Semarang


0

Wisata Jajan Solo Semarang

December 07, 2009 / by / 26 Comments

Pagi ini sesampai di kantor saya melihat bungkusan berwarna coklat yang ditujukan pada saya, yang setelah dibuka isinya adalah: BUKU: Wisata Jajan Solo Semarang. Buku yang diterbitkan oleh Intisari ini, dari judulnya aja udah ketauan isinya tentang apa. Ya, tentang MAKANAN dan tempat jajannya. Asiiikk… Baru baca secara cepat, tapi saya sudah merasa bahwa pengetahuan wisata kuliner saya di kota kelahiran saya (Semarang) dan Solo itu masih minim. Sebagian tempat jajan yang dibahas, belum pernah saya coba.. 😥 Ada Sate Buntel, Cabuk Rambak (pasti banyak yg juga gak tau ini apa), masakan Iwak Pe, Gempol Pleret, dll.. Jadi, bagus deh saya dapat buku ini, biar kalo mudik nanti gak bingung mau wisata kuliner ke mana. Apalagi dilengkapi bonus peta wisata jajan.:D Oiya, beberapa tim peliput buku ini kebetulan temen2 blogger lho.. Ada Didut, Indra Dhani, dan Ahmed Dee sebagai juru fotonya. Thanks buat Ahmed yang udah berbaik hati ngirim buku ini ke saya.

READ MORE

0

Selamat Ulang Tahun yang ke-3, Loenpia.net

October 15, 2008 / by / 32 Comments

Apa yang bisa saya tuliskan tentang sebuah komunitas yang hari ini tepat 3 tahun berdiri itu? Bahwa komunitas tersebut mampu mempertemukan saya dengan makhluk-makhluk lucu dan baik hati seperti si gendhuuuwwtt Budi dan Dendi, yang keduanya ternyata adalah kakak kelas saya… Bahwa gara-gara komunitas tersebutlah saya dulu beberapa kali masuk koran.. *narsis*. Bahwa komunitas tersebut mampu membuat saya mempunyai banyak teman jengjeng di kota ini… Bahwa di komunitas tersebut saya bisa menemukan banyak sekali karakter yang berbeda. Sangat berbeda. Sehingga satu dengan yang lain pun sebenarnya tidak bisa sama cara memperlakukannya. Tapi tetap bisa membaur. Dan itu membuat saya belajar banyak… Saya ingat saat pertama kali kopdar. Yang saya kontak saat itu adalah si gendhuwt Budi. Janjian via SMS di tangga Masjid Baiturrahman Simpang Lima. Sampai di sana, ternyata masih berdua saja. Serasa berkencan. 😆 Apalagi ditambah suasana remang-remang, sama-sama diem-diem, dan masih malu-malu. 😆 Tapi jangan tanya sekarang, sama-sama malu-maluin! Dari yang awalnya hanya saya apel -sebutan untuk cewek- paling cantik di sana (karena emang ceweknya cuma satu -saya- sih 😛 ), hingga akhirnya jadi banyak apel yang ikut bergabung seperti sekarang. Dari yang awalnya kopdar di tangga Masjid Baiturrahman saja hingga akhirnya bisa kopdar di berbagai rumah dan […]

READ MORE