<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FANY&#039;s Freewriting &#187; Derawan</title>
	<atom:link href="http://blog.faniez.net/tag/derawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.faniez.net</link>
	<description>Fany Ariasari - Indonesian Blogger &#124; About Food, Travel, Events, Internet, Personal, and anything in between.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 15:07:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Monitoring di Surga Dunia Kalimantan Timur</title>
		<link>http://blog.faniez.net/2010/08/17/monitoring-di-surga-dunia-kalimantan-timur/</link>
		<comments>http://blog.faniez.net/2010/08/17/monitoring-di-surga-dunia-kalimantan-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 08:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fany</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Derawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.faniez.net/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[Derawan Trip Part II Menyambung cerita dari Part I: Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi! Bagi yang suka berwisata alam, khususnya wisata bahari, mengunjungi Kepulauan Derawan seperti berada di surga dunia! Lebay? But it&#8217;s true! Sebelumnya, saya lebih suka berwisata alam di daerah pegunungan yang sejuk, bisa pakai baju panjang, syal, gak bikin kulit menghitam. Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Derawan Trip Part II</strong><br />
Menyambung cerita dari Part I: <a href="http://blog.faniez.net/2010/07/08/penyu-hijau-dari-derawan-dilindungi/">Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi!</a> <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagi yang suka berwisata alam, khususnya wisata bahari, mengunjungi <strong>Kepulauan Derawan</strong> seperti berada di surga dunia! Lebay? But it&#8217;s true!<br />
Sebelumnya, saya lebih suka berwisata alam di daerah pegunungan yang sejuk, bisa pakai baju panjang, syal, gak bikin kulit menghitam. Tapi begitu tiba di Derawan, udah lupa semua. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Nyemplung sana-sini, sunblock pun sempat lupa pakai! Gak peduli kulit menghitam kepanasan. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Semua panorama yang tadinya cuma bisa dilihat di tivi atau foto, akhirnya dilihat sendiri, <strong>as seen on tv!</strong> *<em>lebay part 2</em>* <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong><a title="Fany @ Bandara Kalimarau, Berau" href="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/IMG_1197.jpg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-866  alignright" title="IMG_1197" src="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/IMG_1197.jpg" alt="" width="192" height="154" /></a>How to get there?</strong> Untuk mencapai Derawan dari Jakarta, bisa naik pesawat ke Balikpapan. Dari Balikpapan, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat tujuan Berau, yang ibukotanya Tanjung Redeb. Dari Tanjung Redeb, kita meneruskan perjalanan dengan speedboat selama 2 jam untuk sampai ke P. Derawan.<br />
Kalau mau lewat jalur darat juga bisa dari Balikpapan ke Tanjung Batu, lalu nyebrang ke Derawan. Tapi perjalanannya bisa makan waktu belasan jam, bahkan 20an jam, dengan medan yang tidak menyenangkan. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah semalam menginap di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, hari kedua kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Derawan. Sayang sekali sudah terlalu banyak penginapan yang berada di daerah pantai. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Tapi masih jauh jauh jauh lebih indah dr Ancol *<em>yaiyalah</em>!* Pasirnya putih, airnya masih sangat jernih, dan beberapa penyu hijau terlihat di sekitar pantai saat kami tiba di sana.</p>
<p><a title="Kepulauan Derawan, Berau" href="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/Derawan-Fany.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-869 alignleft" title="Derawan-Fany" src="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/Derawan-Fany-300x225.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Kepulauan Derawan, sekarang juga dikenal dengan Kepulauan Berau karena terletak di Kabupaten <strong>Berau, Kalimantan Timur</strong>. Ada beberapa pulau utama yang sempat kami kunjungi di sana, yaitu: P. Derawan, P. Maratua, P. Sangalaki, P. Kakaban, dan P. Blambangan. Banyak ya! <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Karena salah satu tujuannya adalah <strong>monitoring resources </strong>di kepulauan tsb, jadi kami memang diajak berkeliling di sana. <em>Many thanks to </em><em>JP (Joint Program) </em><em>TNC &amp; WWF !</em> <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bersama tim dari TNC, WWF, dan DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan), kami melakukan monitoring laut bersama speedboat &#8216;Pesut Berau&#8217; yg kecepatannya 33-38knot, cepet banget dan bergoncang keras! Untung gak mabok laut. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Saya kira, monitoring itu hanya ke pulau satu dan lainnya, berdekatan dan berkunjung mampir2.<strong> Ternyataaaa&#8230;</strong><span id="more-859"></span><br />
Dari jam 10/11 siang sampai jam 17 kami benar-benar di laut, dan separonya bener2 di TENGAH-TENGAH LAUT! Di mana saat di tengah2 itu, liat utara-timur-selatan-barat, yang terlihat hanya horison, bahkan seamless krn horison dan langit sama2 biru! Melihat laut yang hijau-biru, di beberapa spot masih bisa liat dasarnya, tebing laut, karang-karang cantik, Subhanallah, keren banget! <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  *<em>sambil deg-degan juga sih kalo ada apa2 di tengah laut, dan sinyal pun tak ada!</em>*</p>
<p><strong><a title="Form Monitoring" href="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/form-monitoring.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-863 alignleft" title="form-monitoring" src="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/form-monitoring-300x225.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Tujuan dari kegiatan monitoring resources</strong> itu adalah untuk menjaga/mengawasi sumber daya alam yang ada di laut Kepulauan Derawan tersebut. Seperti menjaga terumbu karang dari tangan2 jahil manusia, penggunaan bahan peledak dan racun dari nelayan, dan yang gak kalah penting: pencurian telur-telur penyu di pulau-pulau yang tak berpenghuni. FYI, pulau yg berpenghuni cuma Derawan dan Maratua, karena hanya di pulau tersebut terdapat air bersih (tawar).</p>
<p>Dalam kegiatan monitoring, tim akan &#8216;mewawancarai&#8217; nelayan yg ada di laut, mencatat data-datanya dalam form yg tersedia. Dari situ bisa ditanyakan juga, dengan apa si nelayan menangkap ikan, ikan apa saja yang ditangkapnya, asal si nelayan, dsb.</p>
<p>Tapi, meskipun menemukan sesuatu yang mencurigakan, tim monitoring TNC-WWF hanya bisa memperingatkan saja, tidak bisa menangkap. DKP sendiri seharusnya punya wewenang untuk melakukan itu, tapi kenyataannya di lapangan.. Ya gitu deh. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Trus, kapal-kapal patroli milik DKP itu seharusnya gak layak buat monitoring. Kecepatannya rendah, gak bakalan bisa ngejar kapal nelayan udah lebih canggih.*sigh*</p>
<p><a title="Pulau Blambangan, Berau" href="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/blambangan.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-867 alignleft" title="blambangan" src="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/08/blambangan-300x225.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Ada cerita menarik saat kami menuju Pulau Blambangan. Pulau ini tak berpenghuni, dan masih sering didatangi penyu untuk bertelur. Tapi pengawasan terhadap pulau ini agak susah krn selain tak berpenghuni juga merupakan salah satu pulau terjauh dr Derawan. Saat kami menuju ke sana,<a href="http://cyapila.com/blog/2010/08/15/mengejar-jejak-penyu/" target="_blank"> kami memergoki kapal nelayan yg diduga sedang mencuri telur2 penyu</a> di sana. Tapi karena sesuatu hal, kami tidak berhasil mewawancarai ataupun menangkapnya. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Setelah kami turun dan melihat lokasi, benar saja ada bekas-bekas pencurian telur penyu. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sayang sekali, masyarakat di salah satu daerah wisata terindah di Indonesia itu belum sepenuhnya peduli pada ekosistem lingkungannya.</p>
<p>***</p>
<p>Anyway.. Dari kegiatan monitoring itu saya semakin cinta sama Indonesia yang punya sumber daya begitu besar dan alam yang indah. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Di Kep. Derawan ini saya bisa liat berbagai makhluk laut yang tidak di semua tempat ada. Ada penyu hijau, Manta (ikan pari yg gak nyetrum), ubur-ubur yang tidak menyengat di Kakaban (yg cuma ada di 2 tempat di dunia), ikan nemo (yang sebelumnya cuma liat di tv), berbagai ikan langka yang saya gak tau namanya, dsb. Masing-masing pulau punya ciri khas tersendiri.</p>
<p>Nanti saya lanjutin lagi ya ceritanya tentang masing-masing pulau di sana&#8230; <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.faniez.net/2010/08/17/monitoring-di-surga-dunia-kalimantan-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi!</title>
		<link>http://blog.faniez.net/2010/07/08/penyu-hijau-dari-derawan-dilindungi/</link>
		<comments>http://blog.faniez.net/2010/07/08/penyu-hijau-dari-derawan-dilindungi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 14:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fany</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.faniez.net/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Derawan Trip Part I “Ke Derawan? Oleh-oleh telur penyu, ya!” Itulah kalimat yang selalu saya dengar saat bilang ke temen-temen bahwa saya akan ke Derawan. Padahal seingat saya, penyu dan telurnya itu dilindungi. Maka caritaulah saya ke sumber-sumber yang bisa dipercaya, salah satunya bertanya ke pakdhe @mbilung yang kebetulan orang yang mengundang saya ke sana. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Derawan Trip Part I</strong></p>
<blockquote><p>“Ke Derawan? Oleh-oleh telur penyu, ya!”</p></blockquote>
<p>Itulah kalimat yang selalu saya dengar saat bilang ke temen-temen bahwa saya akan ke Derawan. Padahal seingat saya, penyu dan telurnya itu dilindungi.<br />
Maka caritaulah saya ke sumber-sumber yang bisa dipercaya, salah satunya bertanya ke pakdhe <a href="http://ndobos.com/" target="_blank">@mbilung</a> yang kebetulan orang yang mengundang saya ke sana. Dari penjelasan yang didapat, memang penyu adalah salah satu binatang yang dilindungi. Populasinya dari tahun ke tahun semakin menurun. Sayang sekali masih banyak masyarakat yang kurang mengerti.</p>
<p><a href="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/07/penyu-bertelur.jpg"><img class="size-full wp-image-842 alignleft" title="penyu-bertelur" src="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/07/penyu-bertelur.jpg" alt="" width="288" height="217" /></a>Perdagangan telur penyu di Kalimantan Timur masih cukup tinggi dan bahkan dilakukan secara terbuka. Saya coba bertanya ke beberapa teman yang berasal/pernah tinggal di Kalimantan (khususnya Kalimantan Timur), dan rata-rata mereka gak tau kalau telur penyu itu illegal, karena mudah sekali didapat di pasar-pasar tradisional. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Penyu yang ada di Kepulauan Derawan ini ada 2 jenis, yaitu <strong>Penyu Hijau</strong> dan <strong>Penyu Sisik</strong>. Tapi Penyu Sisik sudah sangat sangat langka, jarang sekali dijumpai. Penyu Hijau sendiri populasinya semakin menurun, salah satunya karena telurnya terus diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. <strong>TNC &amp; WWF</strong> sendiri (<a title="Going to Derawan" href="http://blog.faniez.net/2010/06/11/blogger-to-derawan/" target="_blank">yang ngundang secara resmi</a>) punya pos khusus yang tujuannya untuk mengkonservasi telur-telur penyu tsb di Pulau Derawan.</p>
<p><strong>Gimana sih cara penyu berkembang biak atau bertelur? Sampai-sampai hewan itu jadi terancam punah? Padahal sekali bertelur bisa 100an lebih. </strong>Secara singkat aja ya:</p>
<p>Penyu baru akan kawin dan bertelur rata-rata setelah berusia 30 tahun. Pertumbuhannya sangat lambat. Tidak semuanya bisa bertahan hidup dalam rentang waktu segitu lamanya, karena bisa jadi mereka udah mati duluan karena habitatnya terganggu, dibunuh manusia, dsb. Tukik atau anak penyu yang baru lahir pun saat ini menghadapi banyak ancaman, dari burung, dari binatang laut yg lebih besar, gangguan manusia, dsb.</p>
<p>Dari ratusan telur yang menetas, kemungkinannya si penyu tsb bisa bertahan hidup hingga dewasa mungkin hanya 1% diantaranya. Nah, apalagi kalau ratusan telur tersebut diambil dan diperdagangkan untuk dimakan manusia! Ngapain sih&#8230;masih banyak kok makanan enak lain yang legal. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/07/Derawan.jpg"><img class="size-full wp-image-844 alignleft" title="Derawan" src="http://blog.faniez.net/wp-content/uploads/2010/07/Derawan.jpg" alt="" width="288" height="216" /></a>Kepulauan Derawan memang merupakan daerah peneluran penyu hijau terbesar di Indonesia. Pulau Derawan adalah pulau yang sering didatangi penyu-penyu untuk bertelur, selain beberapa pulau lain seperti Sangalaki, Maratua, dan Blambangan. Kata <a href="http://twitter.com/mbilung" target="_blank">@mbilung</a>, penyu akan bertelur di tempat di mana dia dilahirkan. Jika tempatnya sudah tidak available, baru dia mencari di daerah sekitarnya.</p>
<p>Kalau melihat Pulau Derawan saat ini, rasanya agak sedih, karena pulau tersebut sudah mulai padat dengan berbagai penginapan dan restoran di sepanjang pantainya. Padahal pantai tersebut merupakan tempat bertelurnya penyu hijau.  Bertambahlah hal yang membuat penyu-penyu tersebut jadi susah bertelur. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw..<br />
Pulau ini adalah pulau terpadat diantara pulau lain karena sumber air tawar bersih sangat mudah didapat dibanding yg lain, seperti surga kata orang di sana. Tapi memang bener, Kepulauan Derawan adalah surga dunia! Nanti ceritanya saya sambung di tulisan lain ya.. <img src='http://blog.faniez.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.faniez.net/2010/07/08/penyu-hijau-dari-derawan-dilindungi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

