15 Feb

LX5

By / on Life & Thought , Tech & Internet

My new camera. :mrgreen:

Udah gak berminat beli DSLR karena ribet bawa-bawanya, harus ganti lensa untuk tiap keperluan, dan lain sebagainya. Saya ingin kamera digital biasa, pocket camera biar gampang dimasukin tas, tapi punya kualitas gambar yang bagus seperti SLR.

Dan inilah dia: Panasonic Lumix DMC-LX5 😀
Gak terlalu ngerti spesifikasi teknis sih, tapi udah sering coba LX3 punya adek saya (seri lamanya) dan cukup puas. Warnanya bagus, ada image stabilizer, lensanya Leica! [spec].

Sebenarnya budget awalnya buat beli tablet, apalagi ini harganya mencapai seharga body DSLR. 😥 Tapi memang udah lama pengen ini, dan kamera lama udah butuh ganti. Jadi Galaxy Tab atau Ipad nunggu bonus dari bigboss aja kali ya *ngarepBanget*.

Semoga habis ini saya jadi lebih sering update postingan blog. *gak nyambung biarin* ^^

READ MORE
15 Nov

Snorkeling di Indonesia

By / on Travel

Saya tidak mahir berenang. Diving apalagi. Makanya sewaktu saya diundang untuk ke Derawan Juni lalu itu, sempat mikir juga gimana caranya agar saya bisa menikmati keindahan alam bawahlautnya. Untungnya, ada yang namanya snorkeling (dengan bantuan pelampung) :mrgreen: Bahkan yang gak bisa berenangpun pasti bisa melakukannya. 😀

Awalnya saya memang tidak terlalu suka pantai dan laut. Lebih suka pegunungan. Tapi setelah jalan-jalan ke Gili Trawangan dan Derawan, jadi jatuh cinta juga. Dan ingin mencicipi banyak spot untuk snorkeling lagi. Sayangnya memang belum ada waktu untuk bepergian jauh. Jadi sekarang cuma bisa berharap suatu saat nanti ada kesempatan traveling (gratis) lagi, dan baca sana-sini buat modal traveling nanti. Saat ini sudah cukup banyak situs ataupun blog yang menyediakan informasi tentang wisata alam di Indonesia, tapi rata-rata masih menuliskan tempat-tempat yang umum dikunjungi wisatawan. Padahal banyak juga tempat-tempat yang belum ter-explore.

Salah satu problem untuk traveling di Indonesia ini adalah masalah tranportasi. Maklumlah, negara yang terdiri dari ribuan pulau, dan pembangunannya belum merata. Untuk pergi ke Derawan seperti Juni lalu, ongkos yang dihabiskan udah bisa untuk keliling Asia Tenggara. Dan masalahnya bukan hanya ongkos, tapi waktu. Waktu perjalanan yang digunakan jadi lebih lama. Untuk orang2 yang punya pekerjaan tetap, bekerja di bawah perusahaan lain, tentu hal ini jadi masalah.

Jadi, pengen ke mana aja?

Pengen ke Raja Ampat karena konon hampir 90 persen ikan di dunia dapat di temui di sana. (more…)

READ MORE
05 Oct

Melestarikan Batik Mulai dari Diri Sendiri

By / on Review/Ads/Contest

Liburan lalu saat si @tikabanget mudik ke Madura, dia pamer di milis tentang Batik Madura. Saya yang penasaran akhirnya nitip beli kain batik tulis dari Madura untuk sarimbit, alias kain pasangan cewek-cowok. Tapi belum tau mau dibikin model gimana? 😀

Jadi inget beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 2 Oktober, diperingati sebagai Hari Batik di Indonesia. Sayangnya bukan hari kerja seperti tahun lalu, jadi gak banyak yang saya lihat pakai batik di hari batik kemarin. Saya sendiri juga sedang tidak ada acara, jadi gak pakai batik. Tapi sebenarnya emang gak penting juga sih mau pakai batik atau tidak. Yang penting bagaimana kita bisa melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Buat saya pribadi, begini nih cara melestarikannya: (more…)

READ MORE
17 Aug

Monitoring di Surga Dunia Kalimantan Timur

By / on Travel

Derawan Trip Part II
Menyambung cerita dari Part I: Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi! 😀

Bagi yang suka berwisata alam, khususnya wisata bahari, mengunjungi Kepulauan Derawan seperti berada di surga dunia! Lebay? But it’s true!
Sebelumnya, saya lebih suka berwisata alam di daerah pegunungan yang sejuk, bisa pakai baju panjang, syal, gak bikin kulit menghitam. Tapi begitu tiba di Derawan, udah lupa semua. :mrgreen: Nyemplung sana-sini, sunblock pun sempat lupa pakai! Gak peduli kulit menghitam kepanasan. 🙂 Semua panorama yang tadinya cuma bisa dilihat di tivi atau foto, akhirnya dilihat sendiri, as seen on tv! *lebay part 2* :mrgreen:

How to get there? Untuk mencapai Derawan dari Jakarta, bisa naik pesawat ke Balikpapan. Dari Balikpapan, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat tujuan Berau, yang ibukotanya Tanjung Redeb. Dari Tanjung Redeb, kita meneruskan perjalanan dengan speedboat selama 2 jam untuk sampai ke P. Derawan.
Kalau mau lewat jalur darat juga bisa dari Balikpapan ke Tanjung Batu, lalu nyebrang ke Derawan. Tapi perjalanannya bisa makan waktu belasan jam, bahkan 20an jam, dengan medan yang tidak menyenangkan. 🙂

Setelah semalam menginap di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, hari kedua kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Derawan. Sayang sekali sudah terlalu banyak penginapan yang berada di daerah pantai. 🙁 Tapi masih jauh jauh jauh lebih indah dr Ancol *yaiyalah!* Pasirnya putih, airnya masih sangat jernih, dan beberapa penyu hijau terlihat di sekitar pantai saat kami tiba di sana.

Kepulauan Derawan, sekarang juga dikenal dengan Kepulauan Berau karena terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ada beberapa pulau utama yang sempat kami kunjungi di sana, yaitu: P. Derawan, P. Maratua, P. Sangalaki, P. Kakaban, dan P. Blambangan. Banyak ya! 🙂 Karena salah satu tujuannya adalah monitoring resources di kepulauan tsb, jadi kami memang diajak berkeliling di sana. Many thanks to JP (Joint Program) TNC & WWF ! 🙂

Bersama tim dari TNC, WWF, dan DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan), kami melakukan monitoring laut bersama speedboat ‘Pesut Berau’ yg kecepatannya 33-38knot, cepet banget dan bergoncang keras! Untung gak mabok laut. 😀 Saya kira, monitoring itu hanya ke pulau satu dan lainnya, berdekatan dan berkunjung mampir2. Ternyataaaa… (more…)

READ MORE
31 Jul

Cerita dari Nonton Turnamen

By / on Random

Belakangan ini pekerjaan saya menuntut saya harus datang ke event ini-itu, yang satu dengan lainnya sangat jauh berbeda. Ada event fashion, ada event kesenian (ntar saya tulis juga), hingga yang terakhir event olahraga billiard (GWSOP, Guinness World Series of Pool: 29 Juli – 1 Agustus 2010 ).

Turnamen ini diselenggarakan di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. Baru sekali ini saya datang ke event olahraga, levelnya Internasional pula. Ternyataa.. crowd & feel-nya beda ya! Rame, dan semangat supporternya bener2 kerasa! Kebetulan ada master billiar Indonesia yang ikut bertanding lawan jagoan-jagoan Internasional.

Pas saya ngetweet soal pertandingannya Ricky Yang –Top Indonesian Pool Player, kebetulan salah satu follower (@alecsebastian) di twitter nge-reply soal dia. Dan ternyata dapat cerita baru:

Ricky Yang berasal dari Medan. Dulu dia orang gak mampu, udah punya keluarga tapi kerjaannya cuma main bilyar aja. Hidup dalam kemiskinan dan kephitan. Sampai-sampai dia menjual rumahnya untuk membiayai istrinya melahirkan. Tapi dia tetap percaya kalau jalan hidupnya itu di bilyar. Dan sekarang, he is current world no. 5!

Hari gini, ada gak ya yang masih punya mimpi dan keyakinan segitu tinggi itu, trus dia perjuangkan mati-matian, biarpun dipikir gila,  dan akhirnya nanti from zero to hero? 😀 Kayaknya para atlet kita yang punya cerita seperti itu patut difilmkan atau dibuat bukunya ya. :mrgreen: *Dan wajib ditonton dan disupporterin saat pertandingan (semoga masuk final)* 😉

READ MORE
penyu-bertelur
08 Jul

Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi!

By / on Featured , Travel

Derawan Trip Part I

“Ke Derawan? Oleh-oleh telur penyu, ya!”

Itulah kalimat yang selalu saya dengar saat bilang ke temen-temen bahwa saya akan ke Derawan. Padahal seingat saya, penyu dan telurnya itu dilindungi.
Maka caritaulah saya ke sumber-sumber yang bisa dipercaya, salah satunya bertanya ke pakdhe @mbilung yang kebetulan orang yang mengundang saya ke sana. Dari penjelasan yang didapat, memang penyu adalah salah satu binatang yang dilindungi. Populasinya dari tahun ke tahun semakin menurun. Sayang sekali masih banyak masyarakat yang kurang mengerti.

Perdagangan telur penyu di Kalimantan Timur masih cukup tinggi dan bahkan dilakukan secara terbuka. Saya coba bertanya ke beberapa teman yang berasal/pernah tinggal di Kalimantan (khususnya Kalimantan Timur), dan rata-rata mereka gak tau kalau telur penyu itu illegal, karena mudah sekali didapat di pasar-pasar tradisional. :roll:

Penyu yang ada di Kepulauan Derawan ini ada 2 jenis, yaitu Penyu Hijau dan Penyu Sisik. Tapi Penyu Sisik sudah sangat sangat langka, jarang sekali dijumpai. Penyu Hijau sendiri populasinya semakin menurun, salah satunya karena telurnya terus diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. TNC & WWF sendiri (yang ngundang secara resmi) punya pos khusus yang tujuannya untuk mengkonservasi telur-telur penyu tsb di Pulau Derawan.

Gimana sih cara penyu berkembang biak atau bertelur? Sampai-sampai hewan itu jadi terancam punah? Padahal sekali bertelur bisa 100an lebih. Secara singkat aja ya:

Penyu baru akan kawin dan bertelur rata-rata setelah berusia 30 tahun. Pertumbuhannya sangat lambat. Tidak semuanya bisa bertahan hidup dalam rentang waktu segitu lamanya, karena bisa jadi mereka udah mati duluan karena habitatnya terganggu, dibunuh manusia, dsb. Tukik atau anak penyu yang baru lahir pun saat ini menghadapi banyak ancaman, dari burung, dari binatang laut yg lebih besar, gangguan manusia, dsb.

Dari ratusan telur yang menetas, kemungkinannya si penyu tsb bisa bertahan hidup hingga dewasa mungkin hanya 1% diantaranya. Nah, apalagi kalau ratusan telur tersebut diambil dan diperdagangkan untuk dimakan manusia! Ngapain sih…masih banyak kok makanan enak lain yang legal. 🙂

Kepulauan Derawan memang merupakan daerah peneluran penyu hijau terbesar di Indonesia. Pulau Derawan adalah pulau yang sering didatangi penyu-penyu untuk bertelur, selain beberapa pulau lain seperti Sangalaki, Maratua, dan Blambangan. Kata @mbilung, penyu akan bertelur di tempat di mana dia dilahirkan. Jika tempatnya sudah tidak available, baru dia mencari di daerah sekitarnya.

Kalau melihat Pulau Derawan saat ini, rasanya agak sedih, karena pulau tersebut sudah mulai padat dengan berbagai penginapan dan restoran di sepanjang pantainya. Padahal pantai tersebut merupakan tempat bertelurnya penyu hijau. Bertambahlah hal yang membuat penyu-penyu tersebut jadi susah bertelur. 🙁

Btw..
Pulau ini adalah pulau terpadat diantara pulau lain karena sumber air tawar bersih sangat mudah didapat dibanding yg lain, seperti surga kata orang di sana. Tapi memang bener, Kepulauan Derawan adalah surga dunia! Nanti ceritanya saya sambung di tulisan lain ya.. 🙂

READ MORE