17 Aug

Monitoring di Surga Dunia Kalimantan Timur

By / on Places

Derawan Trip Part II
Menyambung cerita dari Part I: Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi! 😀

Bagi yang suka berwisata alam, khususnya wisata bahari, mengunjungi Kepulauan Derawan seperti berada di surga dunia! Lebay? But it’s true!
Sebelumnya, saya lebih suka berwisata alam di daerah pegunungan yang sejuk, bisa pakai baju panjang, syal, gak bikin kulit menghitam. Tapi begitu tiba di Derawan, udah lupa semua. :mrgreen: Nyemplung sana-sini, sunblock pun sempat lupa pakai! Gak peduli kulit menghitam kepanasan. :) Semua panorama yang tadinya cuma bisa dilihat di tivi atau foto, akhirnya dilihat sendiri, as seen on tv! *lebay part 2* :mrgreen:

How to get there? Untuk mencapai Derawan dari Jakarta, bisa naik pesawat ke Balikpapan. Dari Balikpapan, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat tujuan Berau, yang ibukotanya Tanjung Redeb. Dari Tanjung Redeb, kita meneruskan perjalanan dengan speedboat selama 2 jam untuk sampai ke P. Derawan.
Kalau mau lewat jalur darat juga bisa dari Balikpapan ke Tanjung Batu, lalu nyebrang ke Derawan. Tapi perjalanannya bisa makan waktu belasan jam, bahkan 20an jam, dengan medan yang tidak menyenangkan. :)

Setelah semalam menginap di Hotel Bumi Segah, Tanjung Redeb, hari kedua kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Derawan. Sayang sekali sudah terlalu banyak penginapan yang berada di daerah pantai. :( Tapi masih jauh jauh jauh lebih indah dr Ancol *yaiyalah!* Pasirnya putih, airnya masih sangat jernih, dan beberapa penyu hijau terlihat di sekitar pantai saat kami tiba di sana.

Kepulauan Derawan, sekarang juga dikenal dengan Kepulauan Berau karena terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ada beberapa pulau utama yang sempat kami kunjungi di sana, yaitu: P. Derawan, P. Maratua, P. Sangalaki, P. Kakaban, dan P. Blambangan. Banyak ya! :) Karena salah satu tujuannya adalah monitoring resources di kepulauan tsb, jadi kami memang diajak berkeliling di sana. Many thanks to JP (Joint Program) TNC & WWF ! :)

Bersama tim dari TNC, WWF, dan DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan), kami melakukan monitoring laut bersama speedboat ‘Pesut Berau’ yg kecepatannya 33-38knot, cepet banget dan bergoncang keras! Untung gak mabok laut. 😀 Saya kira, monitoring itu hanya ke pulau satu dan lainnya, berdekatan dan berkunjung mampir2. Ternyataaaa… (more…)

READ MORE
31 Jul

Cerita dari Nonton Turnamen

By / on Random

Belakangan ini pekerjaan saya menuntut saya harus datang ke event ini-itu, yang satu dengan lainnya sangat jauh berbeda. Ada event fashion, ada event kesenian (ntar saya tulis juga), hingga yang terakhir event olahraga billiard (GWSOP, Guinness World Series of Pool: 29 Juli – 1 Agustus 2010 ).

Turnamen ini diselenggarakan di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. Baru sekali ini saya datang ke event olahraga, levelnya Internasional pula. Ternyataa.. crowd & feel-nya beda ya! Rame, dan semangat supporternya bener2 kerasa! Kebetulan ada master billiar Indonesia yang ikut bertanding lawan jagoan-jagoan Internasional.

Pas saya ngetweet soal pertandingannya Ricky Yang –Top Indonesian Pool Player, kebetulan salah satu follower (@alecsebastian) di twitter nge-reply soal dia. Dan ternyata dapat cerita baru:

Ricky Yang berasal dari Medan. Dulu dia orang gak mampu, udah punya keluarga tapi kerjaannya cuma main bilyar aja. Hidup dalam kemiskinan dan kephitan. Sampai-sampai dia menjual rumahnya untuk membiayai istrinya melahirkan. Tapi dia tetap percaya kalau jalan hidupnya itu di bilyar. Dan sekarang, he is current world no. 5!

Hari gini, ada gak ya yang masih punya mimpi dan keyakinan segitu tinggi itu, trus dia perjuangkan mati-matian, biarpun dipikir gila,  dan akhirnya nanti from zero to hero? 😀 Kayaknya para atlet kita yang punya cerita seperti itu patut difilmkan atau dibuat bukunya ya. :mrgreen: *Dan wajib ditonton dan disupporterin saat pertandingan (semoga masuk final)* 😉

READ MORE
penyu-bertelur
08 Jul

Penyu Hijau dari Derawan, Dilindungi!

By / on Featured , Places

Derawan Trip Part I

“Ke Derawan? Oleh-oleh telur penyu, ya!”

Itulah kalimat yang selalu saya dengar saat bilang ke temen-temen bahwa saya akan ke Derawan. Padahal seingat saya, penyu dan telurnya itu dilindungi.
Maka caritaulah saya ke sumber-sumber yang bisa dipercaya, salah satunya bertanya ke pakdhe @mbilung yang kebetulan orang yang mengundang saya ke sana. Dari penjelasan yang didapat, memang penyu adalah salah satu binatang yang dilindungi. Populasinya dari tahun ke tahun semakin menurun. Sayang sekali masih banyak masyarakat yang kurang mengerti.

Perdagangan telur penyu di Kalimantan Timur masih cukup tinggi dan bahkan dilakukan secara terbuka. Saya coba bertanya ke beberapa teman yang berasal/pernah tinggal di Kalimantan (khususnya Kalimantan Timur), dan rata-rata mereka gak tau kalau telur penyu itu illegal, karena mudah sekali didapat di pasar-pasar tradisional. :roll:

Penyu yang ada di Kepulauan Derawan ini ada 2 jenis, yaitu Penyu Hijau dan Penyu Sisik. Tapi Penyu Sisik sudah sangat sangat langka, jarang sekali dijumpai. Penyu Hijau sendiri populasinya semakin menurun, salah satunya karena telurnya terus diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. TNC & WWF sendiri (yang ngundang secara resmi) punya pos khusus yang tujuannya untuk mengkonservasi telur-telur penyu tsb di Pulau Derawan.

Gimana sih cara penyu berkembang biak atau bertelur? Sampai-sampai hewan itu jadi terancam punah? Padahal sekali bertelur bisa 100an lebih. Secara singkat aja ya:

Penyu baru akan kawin dan bertelur rata-rata setelah berusia 30 tahun. Pertumbuhannya sangat lambat. Tidak semuanya bisa bertahan hidup dalam rentang waktu segitu lamanya, karena bisa jadi mereka udah mati duluan karena habitatnya terganggu, dibunuh manusia, dsb. Tukik atau anak penyu yang baru lahir pun saat ini menghadapi banyak ancaman, dari burung, dari binatang laut yg lebih besar, gangguan manusia, dsb.

Dari ratusan telur yang menetas, kemungkinannya si penyu tsb bisa bertahan hidup hingga dewasa mungkin hanya 1% diantaranya. Nah, apalagi kalau ratusan telur tersebut diambil dan diperdagangkan untuk dimakan manusia! Ngapain sih…masih banyak kok makanan enak lain yang legal. :)

Kepulauan Derawan memang merupakan daerah peneluran penyu hijau terbesar di Indonesia. Pulau Derawan adalah pulau yang sering didatangi penyu-penyu untuk bertelur, selain beberapa pulau lain seperti Sangalaki, Maratua, dan Blambangan. Kata @mbilung, penyu akan bertelur di tempat di mana dia dilahirkan. Jika tempatnya sudah tidak available, baru dia mencari di daerah sekitarnya.

Kalau melihat Pulau Derawan saat ini, rasanya agak sedih, karena pulau tersebut sudah mulai padat dengan berbagai penginapan dan restoran di sepanjang pantainya. Padahal pantai tersebut merupakan tempat bertelurnya penyu hijau. Bertambahlah hal yang membuat penyu-penyu tersebut jadi susah bertelur. :(

Btw..
Pulau ini adalah pulau terpadat diantara pulau lain karena sumber air tawar bersih sangat mudah didapat dibanding yg lain, seperti surga kata orang di sana. Tapi memang bener, Kepulauan Derawan adalah surga dunia! Nanti ceritanya saya sambung di tulisan lain ya.. :)

READ MORE
06 Jul

Preman di Angkutan Umum

By / on Random

Sarana publik di Jakarta ini memang memprihatinkan, terlebih angkutan umumnya. Saya sendiri sebenarnya adalah orang yang jarang naik angkot/metromini/kopaja, karena biasa pakai kendaraan sendiri. Sebelum punya mobil? Jalan kaki ke kantor, karena rumah masih deket kantor. 😀 Paling kalo jauh-jauh ya naik busway (tetap meminimalisasi kopaja/metromini).

Herannya, kalo lagi naik angkutan umum masal, adaaa aja hal-hal yang bikin saya sebel. Mulai dari lihat pelecehan seksual di dalam halte yang penuh sesak, nunggu kopaja yang ngetemnya lama, kondisi angkutan umum yang harusnya udah jadi rongsokan/barang bekas, hingga yang terakhir (dan sering terjadi) adalah peminta-minta yang ‘maksa’ di dalam angkutan.

Beberapa hari lalu, ketika sedang berencana ke sebuah mall di Pejaten, karena sejalan dari rumah jadi saya naik kopaja aja. Karena kondisi jalan yang macet, maka beberapa pengamen datang silih berganti. Dan tibalah saatnya pengamen preman muncul. 3 orang anak muda, kurus, dekil, dengan tato di mana-mana, bawa pisau, silet, dan potongan bambu kecil yang udah diruncingin! Bawa pisau dan silet! 😮 Di dalam mereka minta-minta duit, minimal 1000. Mereka minta dibayar untuk sebuah pertunjukan gila: menyilet2 lengan mereka, dan gak luka sedikitpun. *shocked* Kalau ada yang gak mau ngasi, mereka bakalan nyobain itu silet ke lengan orang yang gak mau ngasi. Sinting! Jelas aja semua penumpang di kopaja itu langsung ngasi duit, dan tentu berharap mereka segera turun. :roll:

Itu contoh kecil aja. Sebelumnya, saya juga sering menjumpai preman-preman angkutan yang mengintimidasi penumpang seperti itu. Kalo tingkat keamanan & keselamatan rendah gitu, gimana bisa mengalihkan pengendara mobil buat naik angkutan umum…?

Jakarta…oh Jakarta… :roll:

READ MORE
11 Jun

Going to Derawan, as A Blogger!

By / on Personal , Places

Ke Lombok? Udah pernah. 😀
Undangan atau menang kuis ke Singapore atau Bali? Banyak yang udah dapet, dan ke sana sendiri juga gampang. Tapi ke Kepulauan Derawan di Berau? 😉

Kemarin dapat kabar bahwa tiket Garuda PP Jakarta-BalikPapan sudah dipesan, begitu juga tiket Kalstar BPN-Berau. Undangan resmi juga udah nyampe. Jadi, InsyaAllah tgl 23-27Juni ini saya akan berada di Berau, Kalimantan Timur. Yeay! :mrgreen:

***

Saya dapat undangan media trip ke Berau. Pelaksanaan Media Trip ini berbarengan dengan kegiatan Resource Use Monitoring (RUM). Yang akan menyusuri laut Berau mulai dari wilayah selatan ke wilayah utara. Nanti akan mengunjungi Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, juga Sangalaki.

Melihat dari jadwal acara dan peta tujuan, perjalanan ke sana sendiri makan waktu cukup panjang. Dari Jakarta harus ke Balikpapan, sambung pakai pesawat atau travel ke Berau, baru ke Derawan. Tentu saja cost-nya juga besar. Gak heran kalau Indonesia punya banyak tempat yang bagaikan Surga Dunia, tapi pada milih ke Singapore atau Thailand yang semua-muanya lebih gampang. Saya sendiri, jujur aja, kalau harus pergi sendiri mungkin juga akan memilih pergi ke tempat yang ‘gampang’ dan murah aja sih.. Sambil berharap tetap ada yang mengundang traveling ke tempat-tempat indah yang bukan tujuan wisata orang banyak di Indonesia. 😛

***

Btw, Media Trip? Saya mewakili media apa? Kalau blog ini tidak bisa dikatakan sebagai media, ya gak ada. 😀 Jadi ada yang mau memuat liputan saya nanti gak, di medianya? 😀 *serius*

Saya pernah berkeinginan bisa jalan-jalan ke berbagai tempat Indonesia dengan budget yang minim (kalo bisa gratis) :P. Saya rasa perlahan impian itu bisa menjadi kenyataan. Mulai dari kota-kota di Jawa, Medan, Balikpapan, Samarinda, dan sekarang Berau. Tapi saya tidak pernah merencanakan dan tidak menyangka bahwa semua itu berkat nge-blog dari hati *nyontek kata2nya @ndorokakung*. :)

READ MORE
26 May

Cara Membuka/Membeli Reksadana

By / on Financial , Personal

Belakangan ini saya jadi tertarik dengan hal-hal berbau financial dan investment. Awalnya gara-gara suami saya, si @tukangkopi memang selalu tertarik dengan keuangan. Sampai kuliah S2 pun ngambil MM Finance (pdhl S1-nya Geologi). Selanjutnya kenal dan berteman baik dengan Aidil Akbar si Wealth Manager & Financial Planner itu gara-gara saya pernah nulis tentang bukunya di blog ini. So, bocoran nih, kalo pengen kenal personal sama dia, nulis2 aja tentang bukunya atau ttg ilmu-ilmu yang dibaginya, siapa tau nanti diajak lunch bareng dan bisa konsultasi keuangan gratis! *trust me!* :mrgreen:

OK, sekarang nyambung sama judul tulisan ini, tentang REKSADANA. Apa itu reksadana? Cari tau sendiri aja ya, simbok Venus jg udah coba jelasin. Dan di blog Mas Akbar juga ada.

Trus, baca-baca yang pada nanya gimana cara mulainya gemes jugaa yaa.. Soalnya si Aidil Akbar gak bisa nyebut produk (krn dia finplanner independent). Jadi, sebagai orang yg udah punya account RD dan masih belajar juga, saya sharing di sini dan nyebut produk deh. :mrgreen:

Cara buka/beli reksadana:

Datang ke bank agen penjual produk reksadana. Dalam hal ini, saya datang ke Bank Commonwealth (CommBank). Bank lain juga bisa, seperti: Mandiri, BRI, Citibank, dll. Kenapa pilih CommBank? Karena dia menjual produk Reksadana yg cukup lengkap, banyak yang menyebutnya ‘supermarket Reksadana’. Prosesnya sangat mudah (beli RD pakai internet banking-nya), pelayanannya bagus (dan gak perlu ngantri lama), bisa pakai KTP mana aja. 😀

Kalau di CommBank: “Mbak, saya mau buka rekening (rupiah), trus sekalian minta aktifin internet banking (pakai token), dan saya nanti mau pakai buat buka reksadana juga.” (more…)

READ MORE