Hari Tanpa Belanja? Ah, Mari Berbagi Saja…

Mon, November 26, 2007 | On: General

Berbagi Senyum26 November ini katanya adalah Hari Tanpa Belanja (HTB) untuk Indonesia. Untuk bangsa lain bisa beda tanggal, yang jelas sih di minggu terakhir bulan November. Dicanangkan HTB salah satunya sebagai simbol untuk melawan konsumerisme yang berlebihan.

Apakah aku ikut merayakan atau memperingatinya? Oh tentu tidak.. Kalaupun tidak belanja hari ini, tentu hari sebelumnya tetep belanja ini-itu buat makan seharian. Selain itu, tidak ada gunanya juga jika kita memperingatinya tapi di hari-hari lain tetap belanja membabi-buta… :)

So, apa yang harus kita dilakukan di hari yang kebetulan diperingati sebagai Buy Nothing Day ini?
Kalau kalian memilih memperingatinya, silakan saja tidak berbelanja apapun.
Kalau memilih untuk biasa saja seperti aku, mari kita pikirkan saja bagaimana caranya agar ‘dosa’ kita, yang telah sering kalap berbelanja dan tidak bisa membedakan antara keinginan vs kebutuhan itu, bisa berkurang sedikit demi sedikit. *lirik para cewek shopaholic* :mrgreen:

Tidak tahu caranya? Let me tell you… *gaya* Read more »

31 Comments »

  

Dari Semarang ke Solo, dan Solo Coret

Mon, November 19, 2007 | On: Jalan-jalan & Kegiatan, Kuliner

kopdar, weekend, jalan2Weekend kemarin diisi dengan kopdar makan-makan dan jalan-jalan. Malam minggu, teman-teman se-Loenpia puluhan orang (serius, 30 juga ada kali!) ditraktir makan dan ngopi2 di Brux Cafe, oleh Steylla. Entah dalam rangka apa, gak jelas, tapi yg jelas kita sangat senang donk ditraktir… *halah!*. :mrgreen: Makasih, Stey… sering2 aja :p

Minggu pagi2 berangkat ke Solo sendiri naek joglosemar, dengan perjalanan yang sangat lancar, tidak lebih dari 2 jam sudah sampai di Solo! :shock: FYI, transport dari Semarang ke Solo bisa menggunakan bus (joglosemar, patas, ekonomi), atau juga travel. Kalau joglosemar tarifnya Rp. 30ribu (ada snack) dan pick-up & shelter-nya hanya di tempat2 tertentu, kalau bus biasa (patas/ekonomi) gak tau, kalau travel Rp. 35ribu (plus 5ribu kalau minta dijemput).

Lalu bareng Zam, lanjut ke Sukoharjo, alias Solo Coret:lol: Ke tempat Mas Bahtiar. Selamat ya Mas Bah dan Mbak Rini. :D Aku dan Zam sampai di sana saat acara makan2. Trus sampe jamuran nunggu Mas Sandal dr Jogja yg baru datang saat acara sudah kelar+kursi2 diangkutin. :lol: Tidak lama kemudian Mas Gandung datang. Read more »

42 Comments »

  

“Dilarang Mengeluh!”

Fri, November 16, 2007 | On: Personal

*sigh*“Dilarang mengeluh, ya…” kataku dulu beberapa kali sambil diiringi senyuman, kepada seorang teman perjalanan.

Aku teringat pada suatu hari di bulan November 2 tahun silam, saat kereta yang akan membawa kami ke kota lain telat hingga hampir 5 jam! :mad: Partner perjalananku saat itu mengeluh terus. Saat sudah sampai juga begitu. Dan aku selalu mengucapkan kalimat ‘dilarang mengeluh’ setiap dia mulai mengeluh ini-itu.
Aku sangat tidak suka mendengar orang mengeluh. Lebih tepatnya, tidak terbiasa. Mgkn karena di zaman kuliah di organisasi biasa bergaul dengan manusia-manusia tahan banting.

Tapi seiring berjalannya waktu, kok malah aku sendiri ya yang jadi sering mengeluh. :( Ups, pastinya orang yg mendengar aku mengeluh akan sebal juga yah!
Mungkin ketularan kebiasaan teman kantor kala itu. *halah, nyalahin orang lain!*
Memang, kebiasaan itu mudah sekali menular! :neutral: *mencari pembenaran*

Dan sekarang? Read more »

32 Comments »

  

Midodareni, Malam Pra-Nikah

Wed, November 7, 2007 | On: Personal, Sharing & Info

Kemarin aku habis bantuin nikahan teman baikku, Helda (paling kiri). Rencananya sih hanya bantu di malam midodareni saja. Eh tapi malah ‘disandera’ gak boleh pulang, nginep deh sampe esok harinya yaitu akad nikah dan resepsi part 1 di rumah (part 2-nya di gedung).

Midodareni merupakan salah satu acara dari serangkaian acara pernikahan adat Jawa. Sebelum malam midodareni biasanya rangkaian acaranya: lamaran (bisa udah jauh hari sblmnya), pengajian, dan siraman (juga sade/dodol dawet alias ‘jualan dawet’). Dalam adat Jawa, semua dilakukan di kediaman calon mempelai pengantin wanitanya, dan untuk siraman dilakukan sendiri2 (wanita dan pria di kediaman sendiri2).

Di malam midodareni, si mempelai wanita dirias secantik mungkin, pakai kebaya juga. Tapi tidak dipakaikan perhiasan sama sekali, hanya kebaya dan dandan cuantik. Perhiasan2 baru akan dipakaikan saat nikah (akad+resepsi). Trus, mempelai wanita juga tidak boleh keluar dari kamar pengantin, tidak boleh bertemu ataupun bertatap muka dengan mempelai pria! Jadi hanya diam di kamar (padahal udah dandan cantik2 dan lama banged), ditemani teman wanita yg belum menikah. Yeah, that’s why aku terpilih untuk bantuin! :roll: Ada yg mo minta bantuan lagi kah? Mumpung aku blm married. Free of charge! *sambil lirik2 blogger yang bulan depan mo nikah ;) *

Nantinya jika pihak mempelai pria sudah datang, Read more »

50 Comments »