Tue, August 14, 2007 | On: General
Ada yang pernah dengar tentang Pusat Profil dan Biografi Indonesia (PPBI)?
Minggu2 lalu aku mendapat 4 lembar fax dari lembaga tersebut, entah beneran atau bohongan. Kebetulan pegawaiku yang pertama menerima, dan langsung seneng2 “Wah Mbak Fany, ada yang mau wawancarain nih, keren donk“. Hmm.. karena dasarnya aku orangnya suka suspicious…curigation :p, apalagi menghadapi hal2 yg kayak gitu, jadi aku baca teliti dulu itu fax.
Intinya: selamat, karena aku terpilih sebagai salah satu pribadi berprestasi, dan akan dilakukan wawancara untuk nanti diterbitkan jadi buku bersama org2 berprestasi laen (utamanya dlm bidang usaha). Didukung kementrian ini-itu. Judulnya “Buku Mahakarya: Indonesia Kini dan Masa Depan”.
Hmm…’lucu’ dan ‘aneh’

Kepada: Ibu FANNY, Owner CV BP. Heh, sejak kapan namaku pake 2 N, dan kenapa tidak pakai nama lengkap. Darimana dia tau aku berprestasi kalau nama saja tidak tahu. Apalagi jabatan, sejak kapan gue jadi owner? Ngarang banget deh…
No telpku, pakai no flexy. Padahal kalau untuk hal2 resmi aku selalu kasi nomor simpatiku. Tau nomor fax dari mana? Mungkin lewat depan kantorku kali ya, udah ada no telp dan fax lengkap.
Di lembar pertama itu, alamat PPBI headofficenya kecil2 banged deh, kayak tulisan kurang dari 7px. Alamat emailnya juga blur, gak tau apaan.
Masuk ke lembar2 berikutnya, ada profil singkat. Dan terakhir ada data teknis calon buku seperti maksud, tujuan, dan target distribusi, serta dukungan kepesertaan yg ternyata daftar harga yg harus dibayar kalo habis wawancara.
Range-nya mulai dari 3juta sampai 16juta, blom termasuk biaya2 tambahan 10%. Ohh jadi begitu to proses bikin buku yg isinya profil2 singkat.. (Apa semua buku sejenis begini prosesnya?).
Waahh jadi orang2 yang nantinya masuk di buku itu bukannya yg berprestasi murni donk, tapi berduit?! Ya iya sih, berprestasi di dunia usaha biasanya berduit…
Trus melihat target distribusinya aja aku gak sreg. Read more »