Fri, March 14, 2008 | On: General, Personal
Ketika rumah yang sudah lama dihuni sudah tidak nyaman lagi, apa yang harus dilakukan pemiliknya?
Mungkin mencari penyebab ketidaknyamanannya. Bosan, lingkungan tidak kondusif, atau alasan lain. Solusinya? Mungkin pindah. Mungkin juga hanya butuh merenovasi rumah. Atau lainnya.
Lalu, apa yang harus dilakukan si bloger -pemilik blog- jika sudah tidak nyaman lagi menempati URL yang sudah lama digunakan?
Penyebabnya?
Mungkin karena sudah terlalu banyak orang yang tahu, terutama keluarga atau orang2 tertentu yg sebaiknya tidak usah ikut membaca seperti orang-orang di dunia nyata (offline) yang selalu melihatnya sebagai orang yang ’seperti itu’.
Sehingga membuatnya harus lebih jaga diri tulisan di blog. Bukan karena ingin tetap dianggap sebagai orang yang ’seperti itu’, hanya tidak ingin membuat mereka ‘kaget’ atau berkata ‘kok…’ atau ‘lho…’. 
Lama-lama jadi jenuh dan capek karena terlalu banyak berpikir sebelum ngepost, terlalu banyak tulisan yang hanya jadi DRAFT tanpa dipublish karena si bloger merasa tidak pantas (atau tidak aman) mempublikasikannya.
Jadi terlalu banyak berpikir bagaimana membuat postingan yang ‘aman’ dibaca semua pihak, yang akhirnya hanya ada tulisan senang-senang saja di blog, yang akhirnya tidak ada lagi tulisan di kategori ‘love’, hanya ada tulisan kopdar dan jalan-jalan, dan tulisan aman lainnya.
Aku capek di sini.
Tapi seperti layaknya si pemilik rumah yang terus melanjutkan aktifitasnya meskipun rumahnya tidak nyaman lagi, aku juga tetap melanjutkan nge-blog setiap hari walau tidak di sini.
Tenang, blog ini masih aktif. Pemiliknya hanya sedang beraktifitas di villa-villa (baca: layanan blog) lain, mencoba menghilangkan rasa capek dan jenuhnya. Dan dia akan kembali menempati rumahnya ini lagi mungkin besok, atau lusa, atau minggu depan, atau…tunggu saja. 
Tue, January 22, 2008 | On: Love, Personal
It feels right, even when everybody says it’s wrong!
…
I’ve been there, Sir…
Please don’t start…
Wed, December 19, 2007 | On: Personal
Kata wikipedia online:
A New Year’s Resolution is a commitment that an individual makes to a project or a habit, often a lifestyle change that is generally interpreted as advantageous. The name comes from the fact that these commitments normally go into effect on New Year’s Day and remain until the set goal has been achieved, although many resolutions go unachieved and are often broken fairly shortly after they are set.
Aku sendiri sebenernya bukan orang yang suka bikin resolusi2an. Tahun lalu pun aku tidak membuat resolusi apa-apa. Bukan karena aku tidak punya tujuan, tapi karena aku tidak biasa menargetkan dalam kisaran angka tahun.
Tapi baiklah, demi blog yang terkatung-katung ini, saya posting ttg resolusi 2008 deh!
Jadi, resolusi tahun depan simple saja: semoga semua lebih baik dari tahun 2007 ini
*amin*
Poin-poinnya? Aduh banyak banget yang ada di kepala, gak tau apa aja yang bisa kesampaian untuk tahun 2008 nanti…
*ketauan banget lagi blank ide*
Btw, temen2 pada bikin resolusi apaan sih tahun depan?? Ayo2 cerita padaku, aku akan jadi pendengar (atau pembaca?) yang baek. 
Mon, December 3, 2007 | On: Buku, Film, & Musik, Personal
Kalau saja aku punya suara yang sedikit merdu (ya, sedikit saja cukup kok!), pasti aku akan sangat bersemangat kalau ada teman yang mengajak karaokean. Dari dulu malas kalau diajak, karena aku merasa rugi, sama2 bayar tapi aku pasti tidak PD untuk ikut bernyanyi.
Selain itu, tentu nilai mata pelajaran kesenianku tidak akan mentok di nilai 6 (jarang 7) saat SD. FYI, di SD ku dulu sangat tidak kreatif. Setiap pelajaran kesenian, test dan penilaiannya hanya menyanyi saja.
Setelah SMP-SMA baru deh nilaiku bisa naik, karena ada menari, menggambar, melukis, dll.
Tapi, aku juga sangat bersyukur telah diberi suara, sehingga walau aku tidak PD untuk bernyanyi di depan orang lain, tapi aku tetap bisa bebas bernyanyi di kamar.
Menyanyi berbagai genre musik yang berbeda pun tak masalah. Mulai dari Michael Buble, Metallica, Muse, Helloween, Yngwie, Queen, Gigi, D’cinnamon, dsb dst..
Jadi, jika Anda tidak punya suara merdu, menyanyilah di kamar, dan tutup pintu rapat-rapat. Di kamar sendiri, bukan kamar tetangga! Read more »