Sat, May 10, 2008 | On: Personal
Bukan, ini bukan ttg bukunya Mbak Naomi Susan yg judulnya Be Negative yg blom sempet saya baca (lha belum kebeli…). *Lagi pengen ber-’saya’-’saya’*. Dan juga gak ada hubungannya sama sekali. Tapi ini gara-gara baca postingan si Tikabanget yang habis dicolek-colek Om-om di Jakarta.
Lucu banget sih Tika, POLOS banget.
Mungkin karena terlalu positive thinking jadi begitu ya, Tik?
Jadi inget kalo saya pernah terdampar 5 tahun di Jakarta. LIMA TAHUN, yang membuat saya mahir naek angkot kemana-mana (hal yg tidak pernah dilakukan di Semarang), dan yang membuat saya sering ketemu Fedi Nuril kalo lagi ke PIM (gak penting yak?!).
Sepertinya, di Jakarta itu harus be negative, negative thinking-an juga. Harus berpikir bahwa bahaya bisa ada setiap saat ada kesempatan, waspadalah, waspadalah! Err…gak sedramatis itu sih sebenernya kalo udah terbiasa.
Negative selalu identik dengan JANGAN. Read more »
Activity update.
1 Mei, berangkat ke Jogja. Bareng Didut, Dendi, Yudi, Stey, dan Ninings. Sampai sana malam, ketemuan sama CahAmbyar di Djendelo Cafe lalu lanjut ke Iga Bakar di jalan yg sama. Iga bakarnya cukup mantap!

Lalu lanjut ke Blandongan (bener gak ya namanya?) sampe tengah malam. Warung nongkrong ngupi2 lesehan gitu deh. Di sini sebagian ngobrol gak jelas, ngrasani bloger lain yang gak ada disitu :p, dan 4 orang diantaranya (Momon, Ekowanz, Ninings, Dendi) maen SCRABBLE! Terjadi juga lirik-lirikan dan pegang-pegangan tangan antara sepasang pemain di dalamnya. *gosip mode*

2 Mei, masih di Jogja. Pagi foto2 nginep di Mbak Wiwik di Kotagede. Sarapan soto, lalu ke Imogiri Timur liat2 kerajinan batik kayu, trus ke Pasar Seni Gabusan. Ketemu CA di foodcourt Galeria. Sorenya aku pulang duluan naek bus sendiri krn harus nyiapin materi untuk seminar hari sabtunya.

3 Mei, jadi salah satu pembicara di seminar one stop blogging yg diadain anak FE Undip. Bareng Raditya Dika, Mas Ridwan Sanjaya, dan Pak Daljono (dosen). Sempat telat datang (feeling guilty)
. Tapi acara berjalan cukup lancar.

Cukup melelahkan, but fun. Foto lain, @ Flickr
*almost all photo by: hyudee.
Mon, April 28, 2008 | On: General, Personal
Kabarnya, Pak Kusir dari Ndoyokarta Hadiningrat hari ini akan pergi meninggalkan kasultanan ke Negeri Jancukarta. Tentunya kami para jelatawan dan jelatawati merasa sangat kehilangan. *ah masak sih?*
Yah tentunya krn kehilangan sosok nggilani bin gak tau malu itu!
Sosok yang gak suka ke mall, tapi lebih suka jeng2 ke candi. Tapi kemarin sempat aku saranku buat jalan-jalan ke mall kalau di Jakarta nanti, secara dia bertarget untuk bisa mendapatkan mbak-mbak berblazer.
Nah buat para penghuni Jakarta, jika nanti Anda tanpa sengaja bertemu dengan sosok pria nggilani, kurus, suka bertopi, berkacamata, suka misuh2 dalam bahasa jawa, suka jepret2 sembarangan, apalagi bercelana tanggung kuning kemproh, bisa jadi itu dia. TAPI, jangan sampai lupa akan kumisnya. Tanpa kumis, itu jelas-jelas bukan Zam! Saya pernah mengalaminya saat kopdaran pertama! Mungkin dia memang sangat mengidolakan ’si pakar kita’ itu, jadi ikut-ikutan pake kumis.
Atau mungkin ’si pakar’ yang ikut2an berkumis biar nyeleb kayak si Zam?
Zam, semoga dirimu tahan akan segala godaan Jakarta, yang nantinya bisa jadi tempat menimbun dosa itu.. (Ah itu kan kamu, Fan!). I hate to say good bye, so see you later….
Berbagai posting terkait ada di cahandong.org . 
Tue, April 22, 2008 | On: General, Personal
Perempuan. Sekarang sudah duapuluhlima tahun alias seperempat abad. Masih belum bisa mewujudkan seluruh mimpi. Masih suka kurang PD akan kemampuan sendiri.
Tidak banyak hal yang dilakukan khusus hari ini, kecuali menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk perpanjangan KTP.
Yang istimewa, tentu berbagai ucapan dari teman-teman, mulai dari YM, frenster, facebook, SMS, telepon, dll. Mengingat tanggal ultah itu sulit, bagiku. Jadi, aku sangat menghargai yang ingat tanggal ultahku.
Yg istimewa juga, morning call yang beberapa hari tidak terdengar, menyapa kembali. Dari penelpon yg sama, seorang lelaki jauh yang suaranya sangat nyaman didengar. You made my day!
Dia tahu sekali kalau aku sangat tidak akan nyaman menerima bingkisan di rumah. Jadi, mending bulan2 depan saja saat bertemu kita tukar-tukaran kado ya, Sir..
Pokoknya, terima kasih untuk segala ucapan dan gifts yang sampai ke saya hari iniiii…
Dan semua yang tulus itu: PRICELESS.
Yang belum ngasi kado, bisa menyusul kok… *halah*. Sebaiknya diberikan saat kopdaran saja hihihi…. Atau mungkin bisa disampaikan via unit usaha barunya CahAndong: CAEM (CahAndong Entertainer Management) yang beralamat di… *eh endi alamate?*…silakan kontak Pak Momon saja selaku Corporate Communication Director-nya. 