Saya (Masih) Memilih Commuter Line

December 31, 2015 / by / 2 Comments

“Kamu kan punya mobil, motor, kenapa naik KRL tiap hari?” Pertanyaan itu ternyata sudah beberapa kali saya dapatkan dari teman-teman saya. Padahal, tidak semua yang memilih naik KRL kan bukan karena tidak punya kendaraan pribadi. 😀 Saya mulai akrab dengan KRL atau commuter line (commline) sejak sekitar setahun lalu. Memang awalnya terpaksa akrab karena saat itu kendaraan pribadi baru saja dijual, sehingga tidak ada pilihan lain yang lebih masuk akal selain naik commuter line untuk transportasi. Kebetulan rumah & kantor masih masuk di area jalur kereta. Tapi setelah setahun berlalu dan kembali punya kendaraan pribadi, saya tetap memilih menggunakan commuter line untuk ke kantor setiap hari. Mengapa saya tetap memilih menggunakan commuter line? Rumah saya di sekitaran Bintaro-BSD. Kantor saya di Kuningan (Rasuna Said). Dari segi waktu, dengan naik commline jauh lebih cepat dibanding dengan alat transportasi umum lain. Bandingkan jika saya harus naik mobil pribadi ataupun bus feeder plus nyambung kopaja/metromini, di peak hours bisa makan waktu hingga 2-3 jam. Sedangkan dengan commline bebas macet, waktu tempuh hanya separuhnya (**catatan: kalau jadwal keretanya tepat semua :D).

READ MORE

What Was, Still Is

June 12, 2015 / by / 1 Comment

Repost from last year anniversary quotes 🙂 Love is not about holding hands while you understand each other, it’s about having many misunderstandings and not leaving each other’s hands. Thank you for always being together through thick and thin. Now let’s go far together, dear @tukangkopi. :*

READ MORE

Cerita di Hari Perempuan

January 22, 2015 / by / 1 Comment

“Afeksi yang pertama, adalah ke pasangan, bukan ke anak“.  Begitu yang dikatakan oleh Mbak @verauli, seorang psikolog keluarga, di acara Mother’s Day bulan lalu. Begitu dengar itu, banyak yang kaget. Saya excited! Karena selama ini itulah yang saya lakukan, jadi saya ingin dengar penjelasan dari Mbak Vera untuk pembenaran! 😀 Mengapa sama pasangan, bukan ke anak? Anak gak bisa benar-benar happy, kalau orangtuanya gak happy bareng. Kalau orang tuanya berantem, dingin, atau si bapak gak perhatian sama si ibu dan sebaliknya, si anak pasti ngerti. Tanpa disadari, ‘memory banks’-nya akan berisi ingatan kurang menyenangkan masa kecil itu. “Each day of our lives we make deposits in the memory banks of our children.” Banyak cerita seperti itu di sekitar saya. Ada yang mengingat “Bapak selalu menomorsatukan keluarga, bekerja keras! …tapi sering bikin sakit hati ibu. Aku gak mau punya (atau jadi) suami kayak bapak” Atau, “Ibu selalu memperhatikan anak2nya, selalu ngurusin kerjaan rumah, tapi gak ngurusin diri sendiri, dan bapak juga jadi kurang perhatian dan akhirnya bla bla…” Saya tidak ingin hal itu dialami anak saya dan keluarga saya, jadi memang sejak dulu berusaha afeksi pertama saya adalah ke suami.

READ MORE

Lindungi yang Kita Sayangi

October 29, 2014 / by / 6 Comments

Tepat setahun yang lalu, Oktober 2013, saya dan baby Aru sama-sama dirawat di rumah sakit. Rawat gabung, sekamar berdua dengan baby Aru yang saat itu berusia 7 bulan. Saat itu saya kena DBD plus typhus, sedangkan baby Aru kena DBD plus ISK. Jangan ditanya sedihnya seperti apa, ya pastilah sediiih sekalii melihat bayi umur 7 bulan harus diinfus dan harus cek darah tiap hari karena DBDnya. Kesedihan saya bakalan bertambah jika harus membayar seluruh biaya perawatan rumah sakit yang lumayan. Selama 5 hari dirawat di kamar kelas I di Kemang Medical Care (KMC), kami menghabiskan biaya total 14an juta. Lumayan bikin tambah drop kalau harus membayar biayanya. Tapi saat keluar dari rumah sakit, saya hanya harus membayar sebesar Rp. 200an ribu saja. Lalu tagihan yang 14juta dibayar siapa?! 😮 Dibayar Allianz, asuransi kesehatan yang kami gunakan. 🙂

READ MORE

Happy Fifth Anniversary

June 12, 2014 / by / 0 Comment

Love is not about holding hands while you understand each other, it’s about having many misunderstandings and not leaving each other’s hands. Happy anniversary, Dear @tukangkopi :*

READ MORE

Comfort Zone

January 13, 2014 / by / 3 Comments

Hallooo… Di tahun baru 2014 ini, dapat mention dari suami via twitter: Itu kode biar saya segera beranjak dari zona nyaman. Biar segera mengerjakan hal-hal yang seharusnya bisa dicoba. Memang berada di zona nyaman itu enak banget, sekaligus bahaya. Mau keluar dari zona nyaman pastinya sulit. There is no growth in comfort zone, and there is no comfort in growth zone. Tapi kalau gak sekarang saat masih muda, kapan lagi… 🙂 Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life, kata Steve Jobs.

READ MORE