Sat, December 22, 2007 | On: Jalan-jalan & Kegiatan, Kuliner
Jumat malam kemarin, kalau blogger Jogja kedatangan 2 seleb dari Jakarta, blogger Semarang juga kedatangan satu keluarga keren (blogger smua, jarang2 lho) dari Jakarta.
Pagi2 dapat SMS dari Zam kalau Pakdhe Mbilung mo ke Semarang, tak lama kemudian datang juga SMS dari si Pakdhe. Beliau sekeluarga ternyata lagi liburan, sepertinya keliling Jawa. Jadi yang merasa tinggal di Jawa, tagih aja buat disamperin.
Akhirnya setelah sms-sms, diputuskan kopdar malam hari di restoran Toko Oen yang terletak di seberang hotel tempat Pakdhe menginap di Hotel Blambangan yang sebelumnya aku pesankan dulu. Hotel ini agak ketat aturannya, harus sama muhrimnya gitu deh.
Tapi karena Pakdhe kan sama keluarganya, jadi gak masalah. Walaupun habis itu katanya tetep dimintain surat nikah -tapi trus diganti dengan KTP yg alamatnya sama. Ya iya lah, kalo udah nikah belasan tahun masak sih harus bawa-bawa surat nikah tiap hari.
Toko Oen tempat kami kopdar itu sudah ada sejak jaman baheula. Letaknya tepat di depan Sri Ratu Swalayan yang di Jalan Pemuda. Dari luar sih keliatan kusam, jelek, bangunan tua. Tapi setelah masuk ke dalam bagus juga. Khasnya di situ adalah es krim home-made. Hmm kayak Ragusa (Jakarta) yg juga tempat jadul yg terkenal dengan eskrimnya, tapi di Toko Oen lebih enak dan variatif menurutku, apalagi tempatnya. Makanannya sebagian besar makanan internasional, tapi ada beberapa menu Indonesia seperti gado-gado, sate, dan nasi goreng.

Read more »
Mon, November 19, 2007 | On: Jalan-jalan & Kegiatan, Kuliner
Weekend kemarin diisi dengan kopdar makan-makan dan jalan-jalan. Malam minggu, teman-teman se-Loenpia puluhan orang (serius, 30 juga ada kali!) ditraktir makan dan ngopi2 di Brux Cafe, oleh Steylla. Entah dalam rangka apa, gak jelas, tapi yg jelas kita sangat senang donk ditraktir… *halah!*.
Makasih, Stey… sering2 aja :p
Minggu pagi2 berangkat ke Solo sendiri naek joglosemar, dengan perjalanan yang sangat lancar, tidak lebih dari 2 jam sudah sampai di Solo!
FYI, transport dari Semarang ke Solo bisa menggunakan bus (joglosemar, patas, ekonomi), atau juga travel. Kalau joglosemar tarifnya Rp. 30ribu (ada snack) dan pick-up & shelter-nya hanya di tempat2 tertentu, kalau bus biasa (patas/ekonomi) gak tau, kalau travel Rp. 35ribu (plus 5ribu kalau minta dijemput).
Lalu bareng Zam, lanjut ke Sukoharjo, alias Solo Coret…
Ke tempat Mas Bahtiar. Selamat ya Mas Bah dan Mbak Rini.
Aku dan Zam sampai di sana saat acara makan2. Trus sampe jamuran nunggu Mas Sandal dr Jogja yg baru datang saat acara sudah kelar+kursi2 diangkutin.
Tidak lama kemudian Mas Gandung datang. Read more »
Fri, September 21, 2007 | On: Kuliner
Boleh donk puasa gini ngomongin kuliner.. hihihi… Jadi foto pertama bukan foto makanan deh, tapi foto peserta jalan2 kuliner kali ini.
*pdhl krn pengen narsis*
Jumat minggu lalu aku, Mas Adi Didut, Hyudee, dan Ahmed jalan2 kuliner. Tentu saja waktunya setelah jam buka puasa. Dari Masjid Baiturahman Simpang Lima yang jadi meeting point kami, langsung menuju ke Semawis, di daerah Pecinan.
Udah beberapa kali aku dkk ke Waroeng Semawis ini. Yang pertama kali, pernah aku tulis jg di sini. Semawis ini kalo di Surabaya kayak Kya-kya, bukanya setelah maghrib. Bedanya kalo Kya-kya bukanya tiap hari, Semawis hanya buka Jumat-Minggu (hari lain kalo ada event khusus aja). Trus jalanannya panjang tapi lebih sempit, beda sama kya-kya yg lebar.
Di semawis, kami sempat mencoba Pisang Bakar Plenet dan Siomay. Rasanya biasa aja sih, cuma buat icip2 sebagai makanan pembuka, sebelum menuju ke lokasi laen kekekkee… *namanya juga wisata kuliner*. Yang jelas, lumayan asik kok buat nyemil2 santai sambil pindah2 meja di sepanjang jalan itu.
Dan harganya terjangkau..
Dari Semawis, kami menuju ke Jalan Gajahmada. Read more »
Fri, August 31, 2007 | On: Jalan-jalan & Kegiatan, Kuliner
Minggu ini jadwal nengok nenek di Sleman - Jogja coret, alias perbatasan Jogja-Magelang
Jadi hari Kamis kmrn ke sana. Setiap bulan memang udah tradisi selalu ke sana sekeluarga buat nengokin nenek yg sudah sangaat sepuh…
Siangnya kami ke Jogja, makan siang di Gudeg Yu Djum *seperti biasa, kesukaan Bunda*. Sepulang dari Jogja sore mampir deh ke Banaran sekalian nunggu maghrib. Hmm biarpun bukan weekend, tapi entah mengapa perjalanan kali ini padaaaat, banyak truk2 juga trailer yg searah maupun arah sebaliknya, jadi susah nyalip2…mana kendaraan2 kayak gitu kalo jalan kan lelet…krikrikrik…
Kampoeng Kopi dan Banaran Cafe

Kampoeng Kopi Banaran terletak di jalan raya Bawen-Salatiga (Jawa Tengah), jalur Semarang-Solo. Sekitar 1km dari pertigaan terminal Bawen. Kalau dari arah Semarang ada di kanan jalan, agak menikung dan jalurnya termasuk cepat (so hati2 aja). Banaran ini tempat agrowisata juga, sesuai namanya di dalamnya terdapat perkebunan kopi (yg utamanya).
Memasuki areanya, kita akan langsung disambut Banaran Cafe. Sebuah cafe yang menu utamanya kopi (coffee). Ada berbagai macam racikan kopi yang disajikan panas ataupun dingin, mulai cappucino, espresso, robusta, dan lain2 hingga ada Banana Coffee. Ada juga coklat panas dan teh poci (yg ini sedap deh!). Selain itu ada menu makanan berat (gak nyoba sama sekali), dan cemilan2 yang sedaaap. Cemilannya kami coba kentang goreng, ketela goreng, serta tahu goreng bandungan (+sambalnya). Tahunya…enak!
Juga ada Read more »