Mon, November 13, 2006 | On: General
Postingan ini muncul setelah membaca comment lain dari blog baru temanku. Intinya sama juga kayak yang pernah dibilang sama beberapa orang yang aku kenal.
Jangan ngaku-ngaku kalau kamu itu sarjana, kalau disuruh menulis saja gak bisa! Lha terus dulu gimana bisa lulus kuliah? Memangnya selama kuliah gak pernah ada tugas bikin paper? Gak disuruh nulis skripsi?
Hahaha…benar! Ya kecuali buat yg punya jawaban, “Lho dulu kan yang ngerjain paper temen sekelompok, skripsi jg bayar orang buat ngerjain.”
Budaya menulis di Indonesia memang tergolong rendah yah, jika dilihat dari jumlah penduduknya yg gemar menulis dan jika dibanding dengan negara2 yang lebih maju. Aku gak akan ngomongin tentang berapa banyak penulis Indonesia yang aktif menerbitkan karya, berapa banyak buku asli Indonesia yang terbit dalam setahun, dan fakta-fakta lain yang sudah sering ditulis di berbagai artikel di media…
Ini bukan tentang menulis bagus. Hanya tentang menulis saja. Kenapa ya banyak yg berpikir kalau menulis itu harus bagus hasilnya, padahal semua memang butuh proses. Hmm sebenernya ini krn aku lagi teringat tentang seorang teman yang pernah aku encourage untuk menuliskan pengalaman2 menariknya di blog. Soalnya dia pandai sekali bercerita, sangat enak disimak. Lalu dia beralasan bahwa dia gak bisa nulis, dia hanya bisa cerita.
Menurutku, seharusnya orang yang bisa bercerita dengan asik itu juga bisa menuliskan ceritanya di blog. Mungkin hasilnya tidak seasik saat mendengar ceritanya secara langsung. (Eh, tapi bisa jadi lebih asik karena pembaca bisa memainkan imajinasinya sendiri). Anggap saja nulis blog itu bagaikan bercerita buat pembaca blog, buat temen2 blogger yang lain. Jangan dianggap bahwa tulisan itu akan dinilai oleh dosen penguji (misal kyk nulis skripsi), atau panitia lomba menulis. Semua blogger kedudukannya sama kok, satu saat jadi pembaca, satu saat jadi penulis.
Di salah satu bab bukunya Mas Sulak (’suhu’-ku di JS) yg berjudul “Creative Writing” bahkan dibahas tentang menulis buruk. Ini kutipan-kutipannya:
- Sesuatu yang kacau pun tetap lebih baik ketimbang tidak ada sama sekali.
- Dengan draft yang buruk, anda memiliki kesempatan berikutnya untuk membuatnya menjadi lebih baik.
- …akan jauh lebih baik dibandingkan tulisan sempurna tetapi tidak pernah ada. …anda tidak pernah bisa mengedit tulisan yang tidak pernah ada.
Jadi, mulailah menulis, temans… Entah itu menulis blog, atau hanya diary, atau malah buku. Siapa tau ‘catatan-catatan’ tsb akan jadi penting suatu hari. Kalau aku, memang suka menulis hal-hal yang kulakukan atau terjadi di kehidupanku. Rasanya menyenangkan sekali setelah beberapa waktu kemudian membacanya kembali. Bisa buat bahan introspeksi, dan pengingat2 (soalnya kdg lupaan juga :p).