Sat, October 20, 2007 | On: Buku, Film, & Musik, Love
Sudah lama aku tidak menyempatkan waktu untuk membaca buku, karena suatu pekerjaan yang mengharuskan aku untuk banyak menghabiskan waktu di depan komputer, dan waktu luang yang ada banyak aku gunakan untuk nonton (tv, dvd) sambil rebahan, dan tidur…
Ada beberapa buku yang belum terbaca (seperti biasa, suka beli tp bacanya belakangan :p). Salah satunya buku ini: Sepotong Senja untuk Pacarku, karya Seno Gumira Ajidarma (SGA).
Alasan aku membeli buku ini pertama kali karena judulnya.
Ternyata judul memang cukup berpengaruh ya.
Judulnya indah, tapi tidak sok puitis. Biasanya penulis lebih banyak mengganti kata ‘pacarku’ dengan ‘kekasihku’. Agar terlihat lebih puitis, lebih nyastra, atau lebih gimanaaa gitu kali ya.. Tapi buku ini tidak, padahal SGA penulisnya.
Buku ini merupakan kumpulan cerita yang saling berhubungan. Ada 13 cerita/bagian di dalamnya. Cerita pertama berjudul sama dengan judul bukunya. Menceritakan seorang lelaki (Sukab) yang mencuri senja untuk kekasihnya (Alina). Bisa baca cerita ini di blognya. Waaah begitu baca aku langsung baca ulang lagi! Bukan karena aku tidak mengerti, tapi karena baguus…! Sebuah surat cinta biasa tapi bisa menjadi luar biasa indah. Sampai-sampai setelah itu rasanya ada energi yang timbul untuk menulis, dan aku mulai corat-coret mencoba menulis sebuah surat yang serupa (walaupun tidak tahu untuk siapa :p). Tapi hasilnya kok mengecewakan hihihi.. *lempar kertas ke tong sampah*. Read more »
Cerita ini berdasarkan (diceritakan ulang dengan bhs suka2-ku) dari sebuah buku kumpulan cerpen yang judulnya ‘Mimpi-mimpi si Patah Hati‘.. (duh kok judulnya gue banget yak
), oleh Sendutu Meitulan. Aku gak bilang buku ini bagus sih, soalnya kumpulan cerpen, ada yg bagus ada yg enggak.
Oh iya, cerita di bawah udah aku ringkas dengan ‘bahasa’-ku
Tapi msh tetep panjang, jadi: AWAS, SANGAT PANJANG!!!
[start story] Read more »
Mon, May 28, 2007 | On: Buku, Film, & Musik
Hari Minggu lalu nobar alias nonton bareng, sebenernya niat hati mo nonton Pirates of The Caribbean yg habis maghrib, tapi hiks ngantri siang aja udah gak dapet tiket buat yg malem
Akhirnya nonton film laen, Mengejar Mas-mas. Film arahan Rudi Sudjarwo.
Aku gak pandai mengomentari atau mereview film, apalagi untuk menentukan film tersebut berkualitas atau tidak. Ini karena aku hanya penikmat saja, jadi aku bilang bagus/enggaknya ya dari sisi kenikmatan menontonnya. Dan untuk film ini, nikmat ditonton! Sepertinya begitu juga kata peserta nobar ini dan ini.
Film ini bergenre drama-komedi. Tapi ceritanya gak melulu komedi. Ada cerita sedih+mengharukannya juga. Awal ceritanya ttg si Shanaz (Poppy Sovia) yang merasa bersalah krn kematian ayahnya. Dia lari dari rumahnya di Jakarta setelah ada konflik sama ibunya. Dia lari ke Jogjakarta (tanpa uang). Jadi, sebagian besar setting lokasi film ini ada di Jogja, dan keliatan banget Jogjanya. Nampak di film itu ada Malioboro, Tugu, Benteng Vredenburg, daerah gudeg Wijilan, hingga Sarkem alias jalan Pasar Kembang yang terkenal dgn prostitusi kelas bawahnya.
Tokohnya selain ada si Shanaz, ada juga juga Ningsih alias Norma (Dina Olivia) yg jadi pelacur ndeso, dan ada si Parno (Dwi Sasono). Pas Shanaz kenalan sama Parno ini lucu deh, kalo gak salah gini,
Parno: “Saya Parno”
Shanaz: “Parno kenapa loe?”
Parno: ????
“Nama saya Parno, Suparno”
Salah satu yang bikin (aku ikut) sedih,
“Pernahkah kamu tahu bagaimana rasanya setelah kehilangan?”
“kosong……….”
(ada lagunya di bawah).
OK biar gak jadi spoiler, aku gak akan menulis detail jalan cerita deh
Yang mau tau sinopsis (spoiler) bisa liat sendiri di webnya. Hmm menurutku sih judulnya kurang mencerminkan jalan ceritanya. Trus, tagline-nya juga. Tapi keren.. “Karena matahari tak perlu dikejar..”
Selain filmnya bisa dinikmati, lagu2 soundtrack-nya juga bagus (dan lucu). Read more »
Sun, May 20, 2007 | On: Buku, Film, & Musik
Ehem… karena basa inggrisku jelek, jadi judulnya aja yg sok english
Ketika Diam Bukan Emas, Berbicara dan Menulis sebagai Terapi. Itu judul buku yang ditulis oleh James W. Pennebaker. Buku itu hadiah ultah 4 tahun lalu dari teman baikku. Isinya ya tentang berbicara+menulis. Manfaat, apa yang bisa kita dapatkan, dll.
Sebenarnya aku tidak terlalu suka baca buku2 nonfiksi karya penulis asing yang diterjemahkan, karena biasanya bahasanya malah kurang enak. Tapi kalau harus baca bahasa inggrisnya kadang jg susah ngerti, musti tanya sana-sini
Read more »