Cerita di Hari Perempuan

January 22, 2015 / by / 1 Comment

Afeksi yang pertama, adalah ke pasangan, bukan ke anak“.  Begitu yang dikatakan oleh Mbak @verauli, seorang psikolog keluarga, di acara Mother’s Day bulan lalu. Begitu dengar itu, banyak yang kaget. Saya excited! Karena selama ini itulah yang saya lakukan, jadi saya ingin dengar penjelasan dari Mbak Vera untuk pembenaran! 😀

Mengapa sama pasangan, bukan ke anak?
Anak gak bisa benar-benar happy, kalau orangtuanya gak happy bareng. Kalau orang tuanya berantem, dingin, atau si bapak gak perhatian sama si ibu dan sebaliknya, si anak pasti ngerti. Tanpa disadari, ‘memory banks’-nya akan berisi ingatan kurang menyenangkan masa kecil itu.

“Each day of our lives we make deposits in the memory banks of our children.”

Banyak cerita seperti itu di sekitar saya. Ada yang mengingat “Bapak selalu menomorsatukan keluarga, bekerja keras! …tapi sering bikin sakit hati ibu. Aku gak mau punya (atau jadi) suami kayak bapak” Atau, “Ibu selalu memperhatikan anak2nya, selalu ngurusin kerjaan rumah, tapi gak ngurusin diri sendiri, dan bapak juga jadi kurang perhatian dan akhirnya bla bla…

Saya tidak ingin hal itu dialami anak saya dan keluarga saya, jadi memang sejak dulu berusaha afeksi pertama saya adalah ke suami.

Lalu, gak sayang sama anak?
Mana ada orang tua normal yang gak sayang sama anak? 🙂 Justru karena anak sudah pasti disayang sepanjang masa, tapi pasangan belum tentu selalu disayang, maka harus tertanam bahwa afeksi pertama adalah ke pasangan. 🙂

Saat saya sharing ke beberapa teman, tidak semuanya setuju juga dengan berbagai alasan. Ya tentu pernyataan soal afeksi pertama ini pro-kontra, dan tidak berlaku juga di kondisi darurat (anak sakit, butuh perhatian khusus) ataupun jika pasangannya memang sudah tidak ada niat baik untuk bersama. Dan mungkin saja saya tidak bisa menjelaskan sebaik Mbak Vera. Tapi buat saya, melihat berbagai pengalaman orang-orang dekat saya, pernyataan dari Mbak Vera itu make sense.

Menurut kamu? 🙂

Di atas adalah sekelumit cerita di acara yang diadakan dalam rangka menyambut hari perempuan atau Mother’s Day, oleh Majalah AyahBunda dan Ford Indonesia Desember lalu. Ada 8 pasangan yang seharian dimanjakan oleh tim dari Majalah AyahBunda (Femina Group) dan Ford Indonesia. Mulai dari sesi ngobrol bareng psikolog, yang mana sebelumnya saya kurang nyaman dengan psikolog –karena saya pernah ketemu psikolog yang terkesan menggurui, memaparkan teori-teori yang terlalu idealis, memberikan pernyataan yang susah dimengerti, dan sejenisnya. Tapi ternyata kali ini beda. 🙂

Lalu ada kegiatan memasak bersama, lebih tepatnya harus berkompetisi dengan pasangan lain, membuat kreasi pizza dan minuman!

kontes masak pizza

Setelah santap siang, para istri diajak ke salon, sementara para suami diajak buat melakukan misi rahasia! 😮 Lalu early dinner di Portico Terrace. Menyenangkan sekali, apalagi untuk transportasi dari sana-sini, masing-masing pasangan dipinjami mobil Ford! 🙂

Akhir kata, terima kasih buat @AyahBunda dan @FordIndonesia yang sudah membantu para suami untuk memanjakan istrinya yaa.. 😀


One Response
  1. Fenty

    Note for self, itu termasuk dandan, masak, mijet dan apapun buat suami kan ya 😀

    Jan.23.2015 at 12:02 am
Leave a Comment