Risiko Neuropati

June 14, 2014 / by / 1 Comment

Minggu lalu, saya mendapat undangan Media Workshop “Waspadai Gaya Hidup Berisiko Neuropati” dari @Neuorobion_Indo. Karena baca-baca teasernya sepertinya menarik dan pas banget sama situasi saat ini, jadi dengan senang hati saya pun datang ke acara tersebut. Saat datang, udah nampak teman-teman dari media yang nyobain screening test neuropati, untuk tahu sensitivitas saraf-sarafnya masih seberapa bagus.
Neuro Test

Neuropati, apaan sih? Neuropati merupakan istilah untuk kerusakan yang bisa disebabkan oleh penyakit, trauma saraf, atau efek samping dari komplikasi penyakit, atau bahkan karena defisiensi vitamin tertentu.
Penyakit saraf, pasti diderita oleh orang usia lanjut aja dong? Ternyata: enggak! Dari usia muda pun bisa terkena neuropati. Dan ternyata, penyakit ini dekat banget sama keseharian kita! 😮

Kata salah satu pembicaranya, Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), “…mengetik komputer yang sudah menjadi keseharian terutama bagi pekerja perkantoran. Gerakan berulang–ulang pergelangan tangan ke atas dan ke bawah dapat menyebabkan tendon di pergelangan tangan mengalami peradangan dan akhirnya menekan saraf di daerah pergelangan tangan. Keluhan yang sering terjadi adalah kesemutan, kebas, nyeri, serta kelemahan pada pergelangan dan telapak tangan yang jika berlangsung dalam jangka waktu lama dapat berisiko menyebabkan gangguan saraf yang lebih berat, seperti kelumpuhan.”
*_*
gaya hidup neuropati
Tapi sebelum jadi penyakit saraf yang serius, neuropati ini bisa dicegah. Caranya, pasti udah bosen didenger: perbaiki gaya hidup! But, it’s true! Gizi seimbang, olah raga teratur, cukup istirahat.
Selain itu, konsumsi vitamin yang dapat membantu memperbaiki dan memberi asupan buat saraf, yaitu vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin tersebut bisa didapatkan pada biji-bijian yang masih mengandung kulit ari (spt: beras merah, gandum), daging, ikan, dsb. Sedangkan suplemennya, bisa minum Neurobion tentunya.

Ngomong-ngomong soal Neurobion, 3 tahun lalu ketika saya habis operasi bedah mulut (cabut gigi geraham bungsu, 4 sekaligus T_T), sempat ada saraf yang ‘kesenggol’. Jadi bikin ada bagian di wajah bawah yang mati rasa. Udah deg-degan, khawatir kalau sarafnya putus atau harus operasi perbaikan saraf yg super mahal. 😥 Dan si dokter pun meresepkan Neurobion tablet pink (untuk kondisi yg serius. Kalo yang putih, untuk keluhan sehari2), sebagai salah satu obat yang harus rutin saya minum, dan akhirnya setelah lebih dari sebulan, udah gak mati rasa lagi. 🙂

Dari pengalaman dengan gangguan saraf itulah, saya merasa perlu tahu tentang neuropati ini. Cuma kesenggol dan kebas dikit aja perlu ‘di-repair’ selama sebulan lebih, apalagi kalau sarafnya udah rusak, perlu waktu berapa lama. 🙁
Mumpung masih relatif muda, tentu berusaha mencegah lebih baik kan. 😀 Yuk, perbaiki gaya hidup kita! 🙂


One Response
  1. didut

    sial, udah sering kesemutan nih di tangan kl naik motor lama-lama 😐

    Jun.16.2014 at 8:17 am
Leave a Comment