Preman di Angkutan Umum

Sarana publik di Jakarta ini memang memprihatinkan, terlebih angkutan umumnya. Saya sendiri sebenarnya adalah orang yang jarang naik angkot/metromini/kopaja, karena biasa pakai kendaraan sendiri. Sebelum punya mobil? Jalan kaki ke kantor, karena rumah masih deket kantor. :D Paling kalo jauh-jauh ya naik busway (tetap meminimalisasi kopaja/metromini).

Herannya, kalo lagi naik angkutan umum masal, adaaa aja hal-hal yang bikin saya sebel. Mulai dari lihat pelecehan seksual di dalam halte yang penuh sesak, nunggu kopaja yang ngetemnya lama, kondisi angkutan umum yang harusnya udah jadi rongsokan/barang bekas, hingga yang terakhir (dan sering terjadi) adalah peminta-minta yang ‘maksa’ di dalam angkutan.

Beberapa hari lalu, ketika sedang berencana ke sebuah mall di Pejaten, karena sejalan dari rumah jadi saya naik kopaja aja. Karena kondisi jalan yang macet, maka beberapa pengamen datang silih berganti. Dan tibalah saatnya pengamen preman muncul. 3 orang anak muda, kurus, dekil, dengan tato di mana-mana, bawa pisau, silet, dan potongan bambu kecil yang udah diruncingin! Bawa pisau dan silet! :o Di dalam mereka minta-minta duit, minimal 1000. Mereka minta dibayar untuk sebuah pertunjukan gila: menyilet2 lengan mereka, dan gak luka sedikitpun. *shocked* Kalau ada yang gak mau ngasi, mereka bakalan nyobain itu silet ke lengan orang yang gak mau ngasi. Sinting! Jelas aja semua penumpang di kopaja itu langsung ngasi duit, dan tentu berharap mereka segera turun. :roll:

Itu contoh kecil aja. Sebelumnya, saya juga sering menjumpai preman-preman angkutan yang mengintimidasi penumpang seperti itu. Kalo tingkat keamanan & keselamatan rendah gitu, gimana bisa mengalihkan pengendara mobil buat naik angkutan umum…?

Jakarta…oh Jakarta… :roll:

Page 1 of 3 | Next page