Percakapan (1)
Mon, January 18, 2010 | On: Personal
Mon, January 18, 2010 | On: Personal
Seri ‘Percakapan’.
Selama ‘bergaul’ di twitter, jadi banyak belajar hal remeh-temeh, yang akhirnya jadi bahan diskusi.
Istri: Mas, kalau diperhatikan…aku jadi ngerti kenapa orang-orang sukses/berhasil itu bisa sebesar itu. Aku rasa karena mereka mau menghargai orang lain. Kayak Pak Nukman atau Pak Rony TDA tuh, aku gak pernah liat omongan mereka yang merendahkan atau menjelek-jelekkan orang lain. Mengkritik kan beda dgn menjelek-jelekkan.
Suami: Iya, memang seperti itu. Orang-orang hebat itu tahu kalau mereka tidak akan bisa berhasil sendiri. Gak akan sukses tanpa orang lain.
I see..
Sementara dia-dia itu yang sebenernya jago2 dan masih muda2, suka banget skeptis terhadap sesuatu yg udah terlanjur gak mereka suka, padahal belum tentu hal tersebut buruk, pokoknya kalo gak suka ya gak suka.
Menghargai pedagang kecil, pemulung, tukang sampah, dsb? Itu udah pasti mereka lakukan, gak ragu deh!
Tapi kadang teman mereka sendiri, rekan kerja, atau bahkan saudara/orangtua sendiri malah gak dihargai.
(oke, saya sendiri juga secara gak sadar sering melakukan hal seperti itu, maafkan saya, teman2..
)
Tapi Tuhan memang adil, karena itulah kesempatan baik sering datang untuk orang-orang yang bisa menghargai orang lain. Jadi jangan keburu mengeluh kalau kita lebih jago dari si A dan si B, tapi kok si A yang selalu dapat penghargaan lebih dari orang banyak, kok si B yang selalu dapat kesempatan besar, dll.
*berasa pengajian*
January 18th, 2010 at 12:46 pm
apa bukan karena mereka tua ya?
January 18th, 2010 at 1:20 pm
iya betul itu..saya juga masih harus belajar banyak
January 18th, 2010 at 1:49 pm
@anima:
lha masak menghargai orang lain musti nunggu tua dulu?
January 18th, 2010 at 4:25 pm
mengulang pertanyaan di Plurk:
“dia-dia itu siapa?”
January 18th, 2010 at 4:35 pm
*menikmati snack pengajian*
ustazah.. ceritamu di plurk kan lebih panjang lagi
January 18th, 2010 at 4:45 pm
*menunggu percakapan lanjutan*
January 18th, 2010 at 6:23 pm
percakapan antara suami dan istri yang sangat keren!
January 18th, 2010 at 7:40 pm
@chic:
jadi gak enak nyebut dia-dia-dia-dst itu 

ini bukan cerita krn dia-dia tidak menghargai aku, malah sebenernya gak ada hubungannya denganku
@alle:
mosok to lbh panjang yg di plurk? itu krn komen2nya kali.
@dion:
makasih..
January 18th, 2010 at 9:10 pm
Kalau aku malah yang seringkali gak dihargai, Mbak.
January 19th, 2010 at 7:41 am
Setiap orang, apalagi yang punya kehendak baik, selalu punya tempat di hati orang tertentu. Tenar atau tidak/belum,itu soal lain.
January 19th, 2010 at 3:32 pm
wahhh dapat pelajaran lagi saya dari sini …
bahkan saya lah yg lebih sering tidak dihargai ..
January 19th, 2010 at 7:32 pm
Orang tua, saudara, teman, orang yang paling dekat dengan kita memang orang yang mesti dihargai terlebih dahulu
Emang ada suratnya deh kaya’nya itu …
January 20th, 2010 at 4:29 pm
kl mnrt gue, semua ini energi fan. kita secara otomatis menarik hal2 dan orang2 tertentu. itu terjadi dengan sendirinya. pada dasarnya, kita dan semua yang ada di dunia itu energi dan melebur dengan semesta.. *sok berat*
January 20th, 2010 at 4:31 pm
eiya hubungannya adalah kl kita menarik hal2 dan orang2 yg benar, kesuksesan itu akan datang dengan sendirinya
January 22nd, 2010 at 9:33 am
butuh latihan memang, orang besar tidak bisa menjadi besar jika porsi latihan, ujian, dan cobaannya juga tidak besar, jadi perbesar latihan untuk siap menjadi orang yang besar.
January 23rd, 2010 at 9:42 pm
iya tuhhh
makanya pak Nukman sukses
January 24th, 2010 at 5:01 pm
banayak pelajaran yg dapat kita ambil
January 25th, 2010 at 1:01 pm
*ngakak baca komen anima*
makasih pencerahannya, ustadzah. saya juga masih sering marah2 sendiri tapi ya mudah2an sambil jalan sambil belajar jadi bijak seperti orang2 itu
*sungkem*
January 27th, 2010 at 8:07 am
bijak sekali
hal2 sepele itu sering asal muasal hal yg gede