Investasi. Hmm sepertinya kata yg cukup berat bagi yang berpenghasilan pas-pasan ya.. Sepertinya sulit dan beresiko tinggi. Yang hampir tanpa resiko ya menabung (di bank), adalah cara teraman untuk menyimpan uang, tapi itu bukan investasi. Bunga bank/deposito berapa sih? Inflasi/kenaikan harga barang berapa tingginya? Gak sebanding, kan?!
Kalo di ilmu ekonomi, ada istilah High risk – High gain! Semakin tinggi keuntungannya, semakin tinggi juga resikonya.

Kita gak akan tau sulit/tidaknya, juga gak akan merasakan keuntungan, kalau gak mencoba. Oleh karena itulah, sejak akhir tahun kemarin, kami mulai belajar investasi. Yay! :mrgreen: Dimulai dari yang termudah dulu, beli beberapa cuil emas batangan dari LM (LogamMulia.com). LM ini adalah anak perusahaan ANTAM yang memproduksi emas murni 99.99%. Selain di jual di kantornya di Pulogadung, juga dijual di toko-toko emas yang besar. Sebutannya emas LM (ada emas murni jenis lain jg kalo gak salah). Kalo beli emas LM, masing-masing ada sertifikat keasliannya.

Gambar emas LM yang dibeli sebagai mahar buat saya dulu (disandingkan dgn uang 500 rupiah):

Tapi beli emas ini juga gampang-gampang susah, harus melihat pergerakan harga, cari tau apa prediksi para analis, trus beli di saat harga lagi rendah. Nah ini yang harus dipelajari dulu, atau kalo males ya nanya aja sama konsultan keuangan, kapan saat yang tepat buat beli emas. :D

Kenapa emas? Emas adalah logam mulia yang nilainya tidak termakan inflasi. Meskipun dalam jangka pendek nilainya masih naik-turun, tapi dalam jangka panjang relatif naik. Namanya juga investasi. Investasi itu tujuannya jangka panjang.
Trus bagaimana menyimpannya yg aman?
Langsung simpan di Safe Deposit Box bank-bank yg terpercaya. Biayanya relatif murah (per tahun), dan pastinya aman.
Lalu kalo dalam waktu dekat ada kebutuhan mendesak gimana?
Ya tinggal dijual lagi aja emasnya (ini juga cari saat yang tepat buat ngejual biar gak rugi, beda hari beda harga lho). Makanya, kalo memang duitnya masih pas-pasan, investasinya juga yang liquid alias gampang dicairkan sewaktu-waktu, seperti emas atau reksadana. Kalau duitnya berlebihan sih bisa invest ke properti rumah, tanah, dan sebagainya.

Eh, Reksadana? Apa pula itu?
Saya gak pinter jelasinnya, takut salah. :P Mendingan baca di wiki aja ttg reksadana ini. :D Baca-baca di portalreksadana.com atau infovesta.com.

Si suami saya akhirnya juga belajar reksadana, buka rekening di Commonwealth Bank, lalu nyobain 1-2 produk reksadana yang dijual di situ. Sebenarnya banyak bank lokal yang juga menjual produk reksadana, hanya kelengkapannya aja yang beda. Nah commbank ini salah satu ’supermarket reksadana’, cukup lengkap. Jadi bisa milih berbagai produk reksadana yang dijual di situ. Yang jelas kata suami saya, pelayanan di bank ini KEREN dan GAMPANG banget. Beli reksadana, top up, semua juga bisa online. Semoga bank-bank lokal pelayanannya juga seperti itu.. ~.~

Oiya, reksadana ini juga mudah dicairkan, walau gak bisa langsung. Biasanya ada prosesnya (1mingguan) *cmiiw*

***
Kalo mau investasi harus punya banyak duit? Enggak.
Emas batangan/murni LM bukan emas gelondongan gede2 kok. Ada yang cuma 5gram, 10gram, 25gram, 50gram, dst. Beli sesuai kemampuan aja. Reksadana? Dengan uang 5juta (atau bahkan kurang dari itu) juga bisa beli reksadana via Commbank.
Namanya juga belajar, dikit2 dulu aja… Karena blom punya duit banyak juga sih.. :lol:

Trus trus, sempet dikirimin buku-buku oleh Bang Aidil Akbar si wealth planner itu. Asik bisa buat belajar nih.. :D

***

Sebenarnya, semua tulisan di atas itu hasil belajar dari si @tukangkopi. Tapi dia males banget nulisnya, jadi saya aja yg sharing. :lol: Moga-moga gak ada yg salah. ^^

Waktu itu di twitter sempet bikin hashtag #belajarekonomi. Mau diterusin gak? Belajar bareng yuk! :mrgreen: *lirik @tukangkopi dan si wartawan bursa @cyapila*