A A
RSS

New Wave Marketing, Semua Serba Horisontal

Wed, Nov 25, 2009

Events, Tech & Internet

New Wave Marketing. Istilah itu sudah sering saya dengar sejak tahun lalu, sejak Hermawan Kartajaya diundang dalam sebuah talkshow di televisi dan beliau menjelaskan tentang gelombang baru di dunia marketing ini. Saya tidak ingat benar detail acaranya, tapi yang saya ingat beliau menjelaskan tentang bagaimana sebuah bisnis akan bisa bertahan di tahun-tahun mendatang. Tentunya bisnis tersebut harus mampu mengikuti perkembangan –salah satunya- dunia marketing.

Seperti yang kita tahu, model marketing konvensional masih bersifat one-to-many, yang sifatnya monolog atau searah, dan menempatkan konsumen atau pelanggan sebagai target. Lalu dalam perkembangannya, dunia marketing mulai menerapkan strategi one-to-one, yaitu dengan personalization ataupun customization, untuk memenuhi kebutuhan masing-masing konsumen secara spesifik. Misalnya, dengan memberi rekomendasi pada produk-produk yang sesuai dengan preferensi atau behavior konsumen, atau membuat produk custom-made sesuai permintaan konsumen. Strategi ini membutuhkan resource dan dana yang cukup (besar) jika ingin benar-benar meng-cover seluruh konsumen, dengan database yang cukup kompleks.

Tapi, database is not a community. We must have interaction.
Di era new wave marketing ini, tidak cukup dengan strategi one-to-many dan one-to-one saja, tapi juga many-to-many, dengan terciptanya dialog (dua arah), dan konsumen atau pelanggan bukan hanya sebagai target, tapi pelanggan adalah partner, dalam sebuah network (jaringan) dan community (komunitas).

Didukung dengan teknologi Internet dengan Web 2.0-nya yang semakin canggih, menempatkan pelanggan sebagai partner atau ‘teman’ dalam sebuah jaringan bukanlah hal yang sulit. Ada banyak teknologi social networking yang bisa dimanfaatkan bahkan secara gratis, seperti Facebook, Twitter, Plurk, Youtube, forum, blog, dan sebagainya. Layanan-layanan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pendukung strategi one-to-many, dengan cara mem-broadcast suatu informasi. Dan sekaligus many-to-many, karena dari situs-situs social networking tersebut perusahaan bisa memperoleh feedback dari para pelanggan maupun calon pelanggan. Dari sini bisa tercipta dialog atau interaksi antara perusahaan dan konsumen. Pendekatan marketing yang sebelumnya bersifat vertikal, menjadi horisontal. Dan tentunya tidak memerlukan dana yang besar, karena teknologi tersebut gratis. Low cost but high impact!

social-networking

Maka tak heran jika belakangan banyak perusahaan yang sengaja membuat official blog, facebook, hingga twitter. Mereka bisa berkomunikasi secara langsung dengan ‘partner’-nya, bisa menyebarkan informasi dan mendapatkan respon dalam waktu relatif singkat dari friends/follower (pelanggan maupun calon pelanggannya).

Tak cukup sampai di situ, untuk terjun lebih dekat ke konsumen, beberapa perusahaan juga sengaja meng-endorse beberapa blogger atau twitter user yang dianggap berpengaruh di komunitas atau jaringannya. Blogger/twitter user ini biasa disebut: influencer. Influencer ini bisa menuliskan tentang review produk di blog, atau mengajak teman-teman di komunitasnya untuk mencoba suatu produk. Atau bahkan hanya mention product name/brand di situs social networking-nya, untuk sounding dan menimbulkan respon keingintahuan orang lain tentang produk tersebut. Pemilihan influencer dalam suatu komunitas harus benar-benar tepat jika tidak ingin useless, sehingga pesan yang akan disampaikan juga bisa tersebar dengan baik dalam jaringannya.

Jadi, seperti yang sudah disebutkan di artikel From Broadcasting to Networking, bahwa di era New wave ini, semua serba horisontal. Pesan dan respon akan langsung tersebar dalam jaringan. Bukan lagi komunikasi searah, tapi interaktif.

markplusconf

Tulisan ini juga dibuat untuk menanggapi artikel tersebut (From Broadcasting to Networking), untuk Bloggers @ MarkPlus Conference 2010.

Tags: ,

{ 1,083 views }

26 Responses to “New Wave Marketing, Semua Serba Horisontal”

  1. lindaleenk says:

    :O
    so would you be my partner? ;) )

  2. nurrahman says:

    dengan berkembangnya komunitas di dunia maya, marketing mungkin lbh dimudahkan ^_^

  3. Anil Devdan says:

    Blogku masih baru. Aku sih berharap untuk lebih memperluas cakupan pembacaku melalui ragam social media lainnya seperti Facebook dan Twitter. Hehe, meski tentunya akan menghabiskan waktu lebih lama untuk bisa memanfaatkan semuanya ya.

  4. Domba Garut! says:

    Selamat datang di dunia yang serba terhubung.. selain sebuah produk mesti merasa penting untuk menjangkau lahan potensial mereka.. terkadang tidak semua faham untuk berinteraksi dengan pemain pasar itu.. dan bagaimana bernavigasi disana.

    Namun demikian, mutu produk adalah lini pertama yang mesti dikuasai.. quality speak for itself – then it comes the network :D

  5. detx says:

    mantabbb sekali fan

  6. antown says:

    fan, aku yg kmarin satu grup saat di pesta blogger dan kamu yg membawakan acara hehe. btw, ada akun google wave blom?? perlu dicoba juga tuh fan

    hallo, anton..
    iya udah ada google wave juga kok, idnya: faniez :D

  7. Pinkparis says:

    dan dengan semua yang jadi horizontal, brand jadi lebih hati2 dalam produknya. Enaknya bagi kita adalah service yg semakin bagus. karena klo jelek, siap2 dapet review yang kurang bagus oleh konsumennya :)

  8. niken says:

    hohoho..makin banyak peluang bisnis, makin ketat persaingan. Yukk kita bikin bisnis lewat jejaring sosial juga hehhe

  9. Edi Psw says:

    Hebatnya perkembangan jaman…

  10. Edi Psw says:

    Harus mengikuti teknologi kalau tidak ingin ketinggalan jaman.

  11. Edi Psw says:

    Dua kali komentar koq belum masuk ya?
    Dimoderasikah….?

    Hallo Mas Edi,
    ternyata 2 komen sebelumnya masuk spam, entah kenapa.. :)

  12. ALRIS says:

    Sering denger istilah ini, tapi belum ngeh.
    Salam kenal.

  13. hebat ya, konsepnya!
    * manggut-manggut, pura-pura ngerti *

  14. elia|bintang says:

    see you there fan! sama2 kita dijelasin bang wawan lah ntar disana :mrgreen:

  15. Anis says:

    Salam kenal ya.. Sampe ketemu di MPC.. :-)

  16. venus says:

    keren tulisannya euy… baru baca :D

  17. dita.gigi says:

    nungguin hasil nya aja deh disini… kali2 lebih mudang dari pada dateng kesana.. takut ketiduran… :lol:

  18. patrawijaya says:

    aku sudah lama beli bukunya NewMarketing The World is still Round The market is already flat. Tapi belum sempet menyelesaikan membacanya.
    Btw salam kenal. :)

  19. rezwi says:

    mba..aku baru nech belajar buat blog..buat mba n temen2 semua mohon bantuan dan kerjasamanya ya..
    salam hangat wat para blogger…

  20. rezwi says:

    blog aku bisa dilihat di http:/rzwiediena.blogspot.com

  21. budiono says:

    mantebbb sekali..

  22. arif says:

    Di konsep baru Marketing 3.0 Philip Kotler & Hermawan Kartajaya, orientasi bergeser dari customer oriented menuju human oriented. Btw, referensi yang cocok untuk lebih mendalami New Wave Marketing, terutama pada aspek conversation: “Join the Conversation” di http://de.tk/xU7Fm

  23. Suyatno says:

    semuanya akan menuju pada web 2.0 yg tidak hanya komunikasi searah.tapi konsumen jg bisa memberi masukan dan tanggapan atas suatu product

Trackbacks/Pingbacks

  1. Bloggers @ MarkPlus Conference 2010 | Deddy Andaka 's Blog - November 25, 2009

    [...] New Wave Marketing, Semua Serba Horisontal – Fany Ariasari [...]

  2. MarkPlus Conference 2010 free ticket winners is out! by Dhe Blog - December 6, 2009

    [...] New Wave Marketing, Semua Serba Horisontal [...]

  3. blog2 yg ter-invite MarkPlus Conference 2010 (bag2) « Guru Kencing berDiri, dua tiga Pulau terLampaui - December 10, 2009

    [...] New Wave Marketing, Semua Serba Horisontal [...]

Leave a Reply

On Twitter

RSS on Posterous

Visitors Online

Categories

Archives

Latest Flickr photos