Konon, orang yang sedang akan menikah itu banyak godaan dan cobaannya. Sampai hari ini saya merasa: BENAR seperti itu! :shock:

Jadilah bulan ini saya ketambahan 1 PMS lagi yaitu pre married (or marriage?) syndrome, selain PMS yang pre menstruasi syndrome. :cool: Kalau sudah PMS begitu, biasanya kita jadi lebih sensitif, gampang marah, gampang nangis. Dan ini sepertinya dialami jutaan perempuan yang pernah/sedang akan menikah. :cool:

Cobaan secara fisik pasti udah jelas, terutama buat cewek. Seperti yang kita tahu, secara adat di Indonesia sebagian besar acara pernikahan diselenggarakan oleh pihak perempuan. Baik sederhana maupun mewah, baik dikerjakan sendiri maupun pakai EO, tetap saja melelahkan dan stressful, karena ini momen yang InsyaAllah sekali seumur hidup jadi kita gak mau ada hal yang missed. Tidak jarang yang lalu sampai jatuh sakit seperti saya.

Secara nonfisik juga banyak. Pasti akan banyak terjadi benturan -kecil maupun besar- dalam mempersiapkannya. Baik dari pihak keluarga, dari lingkungan, bahkan dari pasangan sendiri. Ini ujian, jadi bagaimana kita menyikapinya saja. Kalau menghadapi kerikil-kerikil di perjalanan menuju tujuan saja tidak sanggup, apalagi nanti kalau sudah benar-benar berumahtangga. :) *sok wise mode* :cool:

Selain masalah-masalah yang timbul karena hal-hal yang berhubungan dengan persiapan acara, ada juga masalah lain. Seperti misalnya mantan pacar yang datang mengganggu kembali, gebetan lama yang tiba-tiba hadir *duh cintapuccino banget yak*, ketidakpercayaan diri, was-was gak jelas, khawatir yang berlebihan tentang hari depan bersama si calon, bisa tiba-tiba ragu dengan calon atau malah dengan diri sendiri, dsb.
*Eh, jadi inget film Runaway Bride*.

Akan banyak hal kecil yang tidak terduga sebelumnya, yang bisa memicu ketegangan dengan pasangan. Awalnya saya pun merasa, “Ah kami ini pasangan yang saling nrimo, pasti semua akan adem ayem saja.” :D Dan lalu, pada kenyataannya gesekan-gesekan tetap terjadi. :|
Tapi, justru dari situ kita bisa lebih mengenal pasangan dalam kondisi yang berbeda. :D
Bahkan ada yang bilang, salah satu cara efektif untuk mengenal pasangan lebih dekat adalah saat bekerjasama dalam mempersiapkan pernikahan. Saya rasa ada benarnya juga. :)

Jadi, walaupun kadang saya sebel sama calon suami saya, dan saya yakin begitu pula sebaliknya, :mrgreen: tapi saya yakin ini semua proses untuk lebih saling mengenal satu sama lain. :D Yang jelas komunikasi harus tetap terjaga. ;)   Dan saya malah tambah cintaaa… :lol:

***

Sebenarnya sih saya belum pantas ya sok ngomong banyak begini. Menikah saja belum, dan proses PMS yang masih harus dijalani setidaknya sampai 2bulan3mingguan ke depan. :shock: Mungkin yang cocok memberi petuah-petuah pre married itu tuan-tuan yang sudah tua menikah lama itu. :mrgreen:

Sekarang kami hanya bisa berusaha dan berdoa agar semua proses ini dimudahkan oleh Yang Kuasa. :)