Ini film tahun 2006, bergenre drama romantic [sedikit] comedy.

Dengan awal narasi yang sedikit romantis dengan mengambil kata-kata Shakespeare. “I’ve found almost everything ever written about love to be true. Shakespeare said “Journeys end in lovers meeting.” What an extraordinary thought.” Tapi diakhiri dengan kata-kata yang sangat membumi -bagi para pecinta yang bertepuk sebelah tangan, “…I’ve been cursed by being in love with a man who does not and will not love me back.” :cool:

Sinopsis:
The Holiday menceritakan tentang dua perempuan, yang sedang mengalami derita cinta (dikecewakan pasangan). Diawali dengan cerita ttg Iris (Kate Winslet) -yg tinggal di Surrey kota kecil di Inggris- dikecewakan oleh Jasper (Rufus Sewell) yang telah dicintainya bertahun-tahun, yang selalu memanfaatkan Iris. Oh yeah, penyakit orang jatuh cinta: DISEASE to PLEASE! Jasper tiba-tiba mengumumkan rencana pernikahannya.

Di tempat lain yaitu di L.A., Amanda (Cameron Diaz) juga kecewa karena sang kekasih, Ethan (Edward Burns), berselingkuh dengan resepsionisnya yang masih muda. Amanda lalu googling mencari tempat berlibur (via homeexchange.com) untuk sendirian, yang jauh, dan akhirnya menghubungi si pemilik rumah kecil yang ingin disewanya untuk berlibur, Iris. Iris pun secara impulsif menawarkan tukar rumah selama 2 minggu. Yang selanjutnya disetujui Amanda.

Jadilah mereka bertukar tempat tinggal. Iris tinggal di rumah Amanda yang mewah, yang tentu saja membuatnya girang. Di situ dia berkenalan dengan Miles (Jack Black), rekan kerja Amanda. Sedangkan Amanda harus tinggal di ‘gubuk’ si Iris, tidak betah dan berencana pulang, tapi tidak jadi karena akhirnya dia bertemu kakaknya Iris, Graham (Jude Law), yang tak sengaja datang ke situ.

Singkat cerita, Amanda menjalin hubungan dengan Graham, dan Iris menjalin hubungan dengan Miles (di akhir cerita).

Kisah Iris cukup kompleks, mulai dari masalah dengan Jasper, bertemu dengan si tua Arthur Abbott (Eli Wallach) yg penulis, juga kisahnya dengan Miles. Sedangkan kisah Amanda hanya berputar pada Graham saja.

Spoiler: happy ending, happy ever-after..

My Opinion:

Menurutku, ceritanya biasa. Film The Holiday ini tidak semanis Music and Lyrics. Kalau saja tidak ada home exchange dengan lokasi yang sangat berbeda, jadi lebih biasa saja. Tapi gak jelek kok filmnya, masih layak ditonton. :) Apalagi film ala Inggris gini aku lebih suka daripada ala Hollywood. Kisah/adegan romantisnya lebih berasa, gak plain, dialognya juga apalagi disertai aksen british gitu. :mrgreen:

Lalu, dari segi pemain? Hmm aku gak akan mengomentari Cameron Diaz dan Kate Winslet. Awalnya liat Jack Black di situ jadi berasa aneh, soalnya sering liat dia acting konyol, tapi di situ dia berperan cukup serius, dan lumayan berhasil sih. Trus Jude Law, aduh di sini jadi keliatan guanteng (padahal biasanya enggak menarik bagiku). :P Apalagi dengan muka bekas cukuran ala “five o’clock shadows”-nya itu.. :oops:

Moral of the story:

  • Jangan gampang dimanfaatkan apalagi dibutakan oleh cinta. *sambil ‘ngaca’*.
  • Kita harus bisa menyikapi masalah-masalah hidup dengan bijak.
  • Pengen belajar ciuman yang ’sedikit manis’? Liat aja adegan-adegan ciuman Amanda dengan Graham hahaha…. :lol:

:mrgreen: