Ketika rumah yang sudah lama dihuni sudah tidak nyaman lagi, apa yang harus dilakukan pemiliknya?
Mungkin mencari penyebab ketidaknyamanannya. Bosan, lingkungan tidak kondusif, atau alasan lain. Solusinya? Mungkin pindah. Mungkin juga hanya butuh merenovasi rumah. Atau lainnya.
Lalu, apa yang harus dilakukan si bloger -pemilik blog- jika sudah tidak nyaman lagi menempati URL yang sudah lama digunakan?
Penyebabnya?
Mungkin karena sudah terlalu banyak orang yang tahu, terutama keluarga atau orang2 tertentu yg sebaiknya tidak usah ikut membaca seperti orang-orang di dunia nyata (offline) yang selalu melihatnya sebagai orang yang ’seperti itu’.
Sehingga membuatnya harus lebih jaga diri tulisan di blog. Bukan karena ingin tetap dianggap sebagai orang yang ’seperti itu’, hanya tidak ingin membuat mereka ‘kaget’ atau berkata ‘kok…’ atau ‘lho…’. ![]()
Lama-lama jadi jenuh dan capek karena terlalu banyak berpikir sebelum ngepost, terlalu banyak tulisan yang hanya jadi DRAFT tanpa dipublish karena si bloger merasa tidak pantas (atau tidak aman) mempublikasikannya.
Jadi terlalu banyak berpikir bagaimana membuat postingan yang ‘aman’ dibaca semua pihak, yang akhirnya hanya ada tulisan senang-senang saja di blog, yang akhirnya tidak ada lagi tulisan di kategori ‘love’, hanya ada tulisan kopdar dan jalan-jalan, dan tulisan aman lainnya.
Aku capek di sini.
Tapi seperti layaknya si pemilik rumah yang terus melanjutkan aktifitasnya meskipun rumahnya tidak nyaman lagi, aku juga tetap melanjutkan nge-blog setiap hari walau tidak di sini.
Tenang, blog ini masih aktif. Pemiliknya hanya sedang beraktifitas di villa-villa (baca: layanan blog) lain, mencoba menghilangkan rasa capek dan jenuhnya. Dan dia akan kembali menempati rumahnya ini lagi mungkin besok, atau lusa, atau minggu depan, atau…tunggu saja. ![]()




March 14th, 2008 at 12:17 am
barusan ngobrol dengan sesama blogger, yang penting blog ituh adalah aktualisasi diri kita. jangan terlalu memikirkan reaksi yang lain
March 14th, 2008 at 12:50 am
Ditunggu kembalinya…
March 14th, 2008 at 12:57 am
ya posting aja susah amat.
contohlah saya.. *halah*
ini dadaku, mana dadamu!
loh malah ngomongin dada…
March 14th, 2008 at 5:31 am
hehe, iya, rasanya agak aneh pas tau ada seorang big boss yg ternyata mbaca blogku. bahkan mbongkar archive lawas pisan. yg lebih seru lagi, ternyata ada rektor perguruan tinggi beken yg ternyata suka hunting foto di FN, argh!
March 14th, 2008 at 7:59 am
ikutan kang budiyono,
ini dadaku! mana dadamu?
March 14th, 2008 at 8:12 am
[http://deteksi.wordpress.com]
bole tau gak jeng fany, alama villa-nya di mana?
March 14th, 2008 at 8:31 am
hohoho…
BEEN THERE!
itulah sebabnya gue jadi anonim saja skg,
bukan karena pengecut -tulisan gue jg gag penting biasa biasa saja,
tapi demi kenyamanan saja
March 14th, 2008 at 9:04 am
sama dengan Adit..
BEEN THERE DONE THAT!!that’s why I LOVE BEING ANONIMOUS..huhuhu..
March 14th, 2008 at 9:18 am
hahahah….aku beberapa kali pernah kepikiran, apa dishut down aja itu blogku ya? bete juga kadang2, makin ke sini makin ga bisa nulis lepas lagi, takut ini takut itu. beuh, cape…
sama, fan. sometimes i hate the crowd
March 14th, 2008 at 10:34 am
Lagi kehilangan kepercayaan diri nih… Hahaha

March 14th, 2008 at 12:31 pm
ooo pantes, tapi rumah yg ga ditempati kan bisa dikontrakan, blog ini mau dikontrakan juga?
March 14th, 2008 at 3:46 pm
SOKOOOOOOOOOOOOOOOOOR….
*duh, kyaknya cma gw yg gag prihatin*
hihihi…
March 14th, 2008 at 4:46 pm
*ikutan kang budi dan antok*
ini dadaku! mana dadamu?Eh, ga jadi ah…
Salah satu penyebab gaya tulisan saya berubah (ndak nulis agam lagi) ya karena blogku dibaca2 oleh dosen… :-w *menyalahkan signature Gmail*
March 14th, 2008 at 5:07 pm
salam.
persis.., mana rumah baru dibangun..
*si mamen publikasi tanpa konfirmasi..
*
March 14th, 2008 at 5:49 pm
waw..sama mbak..saya jg sedang mengalami fase ini sekarang..
March 14th, 2008 at 7:51 pm
nyesel khan kenapa dari dulu ngga anonimous…
March 14th, 2008 at 9:21 pm
kalo jenuh, gampang saja. jangan baca blog orang lain. menulislah sebagai dirimuh. *halah*
March 15th, 2008 at 4:00 am
wah sama donk, di draft dah nangkring belasan postingan yang ujung2nya di delete
March 15th, 2008 at 4:39 am
Fan,..
nikmati saja..
rileks..
ga usah stres…
tulis ya tulis…
March 15th, 2008 at 6:49 am
[…] itu.. yaelah!! blom lagi komen yang masuk! apakah solusinya buat rumah baru seperti yang dilakukan seleblog satu ini? reprot kan jeng!? masak udah nulis cuman sampe […]
March 15th, 2008 at 11:08 am
klo mereka kaget kemudian “eh” atau “lho” itu kan urusan mereka …
March 15th, 2008 at 11:45 am
masih mending capek..lha aku?
username ku aja lupa!
March 15th, 2008 at 1:55 pm
bisa capek juga ya, fan?
March 15th, 2008 at 2:40 pm
inilah penyakit para seleb yang populer..
popularitas itu membunuh..
nek aku, cuek ae..
asal ora gant-ganti…
ah, sudahlah..
March 15th, 2008 at 2:55 pm
satu lagi..
karena aku bukan seleb..
so, nyante wae..
March 15th, 2008 at 6:05 pm
ckckck…
ya sudah, cuti ngeblog dulu, Fan
March 15th, 2008 at 7:18 pm
itu hampir terjadi pada semua blogger Fan, perasaan takut salah atau kurang percaya diri seringkali menghinggapi kita meskipun sebenarnya itu rumah kita sendiri. tetap semangat saja Fan
March 15th, 2008 at 10:34 pm
ambil tlp dan putar no tlp ke jasa kontrakan rumah
“pak ini ada rumah mau dikontrakan bisa dibantu”
March 15th, 2008 at 11:40 pm
sesuatu yang paling dibenci itu adalah menunggu tanpa kejelasan!
March 16th, 2008 at 2:12 am
oooooo gitu ya??
*manggut manggut*
March 16th, 2008 at 10:09 am
dah, jalan jalan dulu ajah ke penginepan laen..
puasin nulis yang ndak bisa ditulis disini..
March 16th, 2008 at 6:15 pm
Nah itu vila-vilanya di mana saja alamatnya Fan?
March 16th, 2008 at 10:33 pm
ada apa non?
March 17th, 2008 at 9:56 am
dah gak nyaman?
itu merupakan pertanda buatmu fan, makanya terima aja …. DIA
March 17th, 2008 at 11:01 am
itulah akibat dari kebanyakan penggemar gebetan
eniwei, salam kenal
March 17th, 2008 at 12:17 pm
wahh..

salah satu seleb blog mulai kehilangan privasi.
ganti photoblog aja fan..
March 17th, 2008 at 4:24 pm
villa baru memang lebih nyaman dan lebih narsis
March 18th, 2008 at 3:13 am
itu kan resiko menjadi seorang blogger, dengan begini kita jd terbiasa menulis dgn etika, itu jg tanda bahwa tulisan kita sangat dihargai khalayak ramai
saran: kalo ga mau pusing, nulis di diary aja, kan ga da yg bs baca & protes tuh
March 18th, 2008 at 7:18 pm
biarlah mereka bilang bla..bla… dan tetaplah menulis, karena tulisan kita adalah anak-anak kehidupan, yang hrs dipelihara dan dihidupi. selamat merayakan hehidupan…
March 19th, 2008 at 6:43 am
fan.. dari ilustrasi gambar ituh.. kamu yang pake.. wig kuning yaa??? kok beda banget!!!
*ngasal*
March 20th, 2008 at 12:24 am
Jalan2 ke bulan aja fan
ntar nge-blog dari sana.
March 20th, 2008 at 11:51 pm
I feel you. Sometimes gw berharap “subyek” yg bersangkutan bisa membaca postingan blog tapi ada saat2 dimana gw ga pengen postingannya dibaca oleh “subyek” yg dimaksud.. hehe.. klo di blogspot/multiply/live journal kan ada menu private post, di wordpress ada ga?
Yah bakal kangen postingan kamu nih Fan
March 21st, 2008 at 12:22 am
podho fan. pernah postingan-ku marai aku dimusuhi wong sakperusahaan… hihi! (tapi ora sakperusahaan tenanan, mung sebagian tok, lagian saiki wis ora nang kono meneh. bebas!)
March 23rd, 2008 at 8:42 pm
wahh bearti lagi cari rumah nihh… kebetulan saya membuka sewa rumah (rumah beneran) :p
March 25th, 2008 at 2:53 pm
iya saya jg pernah ngerasain kayak gt hehe btw blog jg ada villa ya?!! hehe
March 25th, 2008 at 6:20 pm
“Mungkin karena sudah terlalu banyak orang yang tahu, terutama keluarga atau orang2 tertentu…”
aku jg mengalaminya Mbak,,,
April 4th, 2008 at 10:25 pm
bosen itu biasa,nulis aja sesuka hati, peduli setan. ekspresikan aksi muuuuuu
July 17th, 2008 at 1:24 am
Kalo aku Fan, sempet bikin mantanku marah buesar. Padahal postingannya ngga dimaksudkan buat dia loh… Tapi memang kadang orang suka salah paham.
Memang bener, kadang ada yang harus diumpetin di diary. Tapi piye ya, pas OPSPEK di sastra jaman dulu kita diajarin “katakan kebenaran meskipun pahit”. 