Ketika rumah yang sudah lama dihuni sudah tidak nyaman lagi, apa yang harus dilakukan pemiliknya?
Mungkin mencari penyebab ketidaknyamanannya. Bosan, lingkungan tidak kondusif, atau alasan lain. Solusinya? Mungkin pindah. Mungkin juga hanya butuh merenovasi rumah. Atau lainnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan si bloger -pemilik blog- jika sudah tidak nyaman lagi menempati URL yang sudah lama digunakan?
Penyebabnya?
Mungkin karena sudah terlalu banyak orang yang tahu, terutama keluarga atau orang2 tertentu yg sebaiknya tidak usah ikut membaca seperti orang-orang di dunia nyata (offline) yang selalu melihatnya sebagai orang yang ’seperti itu’. :P Sehingga membuatnya harus lebih jaga diri tulisan di blog. Bukan karena ingin tetap dianggap sebagai orang yang ’seperti itu’, hanya tidak ingin membuat mereka ‘kaget’ atau berkata ‘kok…’ atau ‘lho…’. :)

Lama-lama jadi jenuh dan capek karena terlalu banyak berpikir sebelum ngepost, terlalu banyak tulisan yang hanya jadi DRAFT tanpa dipublish karena si bloger merasa tidak pantas (atau tidak aman) mempublikasikannya.
Jadi terlalu banyak berpikir bagaimana membuat postingan yang ‘aman’ dibaca semua pihak, yang akhirnya hanya ada tulisan senang-senang saja di blog, yang akhirnya tidak ada lagi tulisan di kategori ‘love’, hanya ada tulisan kopdar dan jalan-jalan, dan tulisan aman lainnya.

Aku capek di sini.
Tapi seperti layaknya si pemilik rumah yang terus melanjutkan aktifitasnya meskipun rumahnya tidak nyaman lagi, aku juga tetap melanjutkan nge-blog setiap hari walau tidak di sini.

Tenang, blog ini masih aktif. Pemiliknya hanya sedang beraktifitas di villa-villa (baca: layanan blog) lain, mencoba menghilangkan rasa capek dan jenuhnya. Dan dia akan kembali menempati rumahnya ini lagi mungkin besok, atau lusa, atau minggu depan, atau…tunggu saja. ;)