Hujan Sehari-hari di Awal Tahun Baru

January 03, 2008 / by / 53 Comments

Orang Jawa bilang kalau bulan Desember itu diambil dari kata-kata “gede-gedene sumber” (bahasa jawa). Artinya besar-besarnya sumber, maksudnya sumber air alias hujan lagi besar-besarnya *cmiiw*. :mrgreen:

Nah kalau Januari, bisa diuraikan juga menjadi: hujan sehari-hari.

pic:gettyimages.comSepertinya memang seperti itu ya.. Desember-Januari selalu jadi bulan yang penuh air (hujan, banjir). 😐

Banjir di kota bawah Semarang itu sudah biasa, apalagi banjir karena air pasang alias rob. Tapi saat Jakarta bagian utara yang tempo hari air pasangnya menimbulkan banjir lebih dari semeter, Semarang alhamdulilah tidak sampai sebegitu tinggi, malah sepertinya biasa saja. Jadi, ada apa dengan Jakarta? 😛

Hujan sehari-hari belakangan ini memang sempat menimbulkan banjir di Semarang, tapi tidak sampai melumpuhkan kota karena hanya di daerah tertentu dan masih biasa saja menurutku. Sungai Banjir Kanal Timur (yg bisa dilihat dari balkon lantai 2 rumahku) juga tidak sampai tinggi, masih dalam batas sangat aman. Alhamdulilah banget deh, jika dibanding saudara2 kita di sepanjang Bengawan Solo itu. 🙁

Tapi hujan yang turun sehari-hari belakangan ini selalu disertai angin yang sangat kencang. Atap kios-kios toko/bengkel2 di depan rumah yang sebagian terbuat seng itu selalu menimbulkan bunyi yang menyeramkan kalau hujan datang. Pokoknya sangat menakutkan kalau mau keluar rumah. Bisa-bisa ketiban benda-benda yang bisa membahayakan jiwa. 😯

Selain angin kencang, ombak di Laut Jawa juga sangat tinggi [cek BMG]. Akhir tahun kemarin (bahkan hingga tulisan ini dibuat) banyak pelayaran yang dibatalkan. 🙄 Bahkan sampai pernah beberapa hari nganggur karena belum ada keberangkatan kapal. Ada juga cerita dari orang2 kantor, ada kapal di pelabuhan lain yang nekat berangkat tapi trus balik lagi karena di jalan liat ombak sampai lebih dari 5 meter! 😯

Akhirnya, alasan faktor cuaca dan bencana dimana2 membuat aku memilih tidak jadi merayakan tahun baru dimana2, tapi di rumah saja. :mrgreen: Yeah, ini tahun baru pertamaku di Semarang (tepatnya di rumah) sejak 2001 lalu (maklum kan merantau, kuliah di Jkt). Selain itu, tanggal 31 pagi-sore kami sekeluarga pergi ke Sleman nengok nenek, jadi malamnya udah pada tepar capek..

Nyaman, kah? Tentu saja! Di saat cuaca menyeramkan, aku lebih nyaman berada di rumah sama keluarga dibanding ikut malem taunbaruan dengan teman2. Lalu, saat hujan bisa rileks memeluk bantal-guling, bersembunyi di bawah selimut hangat, makan cemilan, menikmati segelas milo hangat, sambil nonton tipi dan menerima SMS-SMS yang masuk (tapi malas membalasnya :p). Sangat-sangat nyaman jika dibandingkan para pengungsi korban bencana alam saat ini….


53 Responses
  1. Supermoto

    Aku jogo warung hehehehe

    Jan.07.2008 at 9:14 pm
  2. ika

    selamat taun baru ya mbak,,maap telat,,huhuhuh,,eniwei banjir emang ngeri liatnya di brita2,,sayah juga demen di rumah ajah,,nonton dvd ajah,,hehe

    Jan.08.2008 at 11:53 am
  3. aiu

    😥
    ho oh nech,,ujan teyuz..
    jaoh dari rumah,ujan,ditin99aLkan cinta puLa.
    huhuhu…

    Jan.17.2008 at 7:36 pm
Leave a Comment