Midodareni, Malam Pra-Nikah
Wed, November 7, 2007 | On: Personal, Sharing & Info
Kemarin aku habis bantuin nikahan teman baikku, Helda (paling kiri). Rencananya sih hanya bantu di malam midodareni saja. Eh tapi malah ‘disandera’ gak boleh pulang, nginep deh sampe esok harinya yaitu akad nikah dan resepsi part 1 di rumah (part 2-nya di gedung).
Midodareni merupakan salah satu acara dari serangkaian acara pernikahan adat Jawa. Sebelum malam midodareni biasanya rangkaian acaranya: lamaran (bisa udah jauh hari sblmnya), pengajian, dan siraman (juga sade/dodol dawet alias ‘jualan dawet’). Dalam adat Jawa, semua dilakukan di kediaman calon mempelai pengantin wanitanya, dan untuk siraman dilakukan sendiri2 (wanita dan pria di kediaman sendiri2).
Di malam midodareni, si mempelai wanita dirias secantik mungkin, pakai kebaya juga. Tapi tidak dipakaikan perhiasan sama sekali, hanya kebaya dan dandan cuantik. Perhiasan2 baru akan dipakaikan saat nikah (akad+resepsi). Trus, mempelai wanita juga tidak boleh keluar dari kamar pengantin, tidak boleh bertemu ataupun bertatap muka dengan mempelai pria! Jadi hanya diam di kamar (padahal udah dandan cantik2 dan lama banged), ditemani teman wanita yg belum menikah. Yeah, that’s why aku terpilih untuk bantuin!
Ada yg mo minta bantuan lagi kah? Mumpung aku blm married. Free of charge! *sambil lirik2 blogger yang bulan depan mo nikah
*
Nantinya jika pihak mempelai pria sudah datang, Read more »
Dari stasiun langsung cari taksi ke 


