*sigh*“Dilarang mengeluh, ya…” kataku dulu beberapa kali sambil diiringi senyuman, kepada seorang teman perjalanan.

Aku teringat pada suatu hari di bulan November 2 tahun silam, saat kereta yang akan membawa kami ke kota lain telat hingga hampir 5 jam! :mad: Partner perjalananku saat itu mengeluh terus. Saat sudah sampai juga begitu. Dan aku selalu mengucapkan kalimat ‘dilarang mengeluh’ setiap dia mulai mengeluh ini-itu.
Aku sangat tidak suka mendengar orang mengeluh. Lebih tepatnya, tidak terbiasa. Mgkn karena di zaman kuliah di organisasi biasa bergaul dengan manusia-manusia tahan banting.

Tapi seiring berjalannya waktu, kok malah aku sendiri ya yang jadi sering mengeluh. :( Ups, pastinya orang yg mendengar aku mengeluh akan sebal juga yah!
Mungkin ketularan kebiasaan teman kantor kala itu. *halah, nyalahin orang lain!*
Memang, kebiasaan itu mudah sekali menular! :neutral: *mencari pembenaran*

Dan sekarang? Yah…masih sedikit-sedikit, tanpa disadari. :?
Ada yang bilang, mengeluh itu tanda tidak mensyukuri apa yang sudah diberikan-Nya.
Owh.. :roll:
Aku berusaha mensyukuri apa yg ada kok. Kekurangan-kekurangan? Itu wajar lah ya… nobody’s perfect, and you can’t always get what you want. :)

Jadi kalo ngaku sebagai orang yg bersyukur, ayo bangkit, jangan hanya bisa mengeluh!
*ngomong sama diri sendiri. …eh, sama kaliyan juga yg suka mengeluh!*.
:cool: :)

pic from: gettyimages.