Sudah lama aku tidak menyempatkan waktu untuk membaca buku, karena suatu pekerjaan yang mengharuskan aku untuk banyak menghabiskan waktu di depan komputer, dan waktu luang yang ada banyak aku gunakan untuk nonton (tv, dvd) sambil rebahan, dan tidur… :P

Sepotong Senja untuk Pacarku - CoverAda beberapa buku yang belum terbaca (seperti biasa, suka beli tp bacanya belakangan :p). Salah satunya buku ini: Sepotong Senja untuk Pacarku, karya Seno Gumira Ajidarma (SGA).

Alasan aku membeli buku ini pertama kali karena judulnya. :mrgreen: Ternyata judul memang cukup berpengaruh ya. :D Judulnya indah, tapi tidak sok puitis. Biasanya penulis lebih banyak mengganti kata ‘pacarku’ dengan ‘kekasihku’. Agar terlihat lebih puitis, lebih nyastra, atau lebih gimanaaa gitu kali ya.. Tapi buku ini tidak, padahal SGA penulisnya.

Buku ini merupakan kumpulan cerita yang saling berhubungan. Ada 13 cerita/bagian di dalamnya. Cerita pertama berjudul sama dengan judul bukunya. Menceritakan seorang lelaki (Sukab) yang mencuri senja untuk kekasihnya (Alina). Bisa baca cerita ini di blognya. Waaah begitu baca aku langsung baca ulang lagi! Bukan karena aku tidak mengerti, tapi karena baguus…! Sebuah surat cinta biasa tapi bisa menjadi luar biasa indah. Sampai-sampai setelah itu rasanya ada energi yang timbul untuk menulis, dan aku mulai corat-coret mencoba menulis sebuah surat yang serupa (walaupun tidak tahu untuk siapa :p). Tapi hasilnya kok mengecewakan hihihi.. *lempar kertas ke tong sampah*.

Pada bagian kedua dan selanjutnya, ada cerita tentang perjalanan si senja itu, keadaan setelah senja itu dicuri, dan lainnya. Dan di bagian terakhir, ada cerita ‘Tukang Pos dalam Amplop’, yang menceritakan si tukang pos pengantar senja itu. Tapi sebelumnya (bagian 12) ada ‘Jawaban Alina’. Jawaban Alina ini juga tak kalah keren. Mak jleb-jleb buat para manusia yang terpatahkan hatinya. Cocok deh, sebagai pengantar bunuh diri… :lol: *hehehe jk*

…mencintai begitu rupa tapi tidak tahu yang kamu cintai sebetulnya tidak mencintai kamu. Makanya jangan terlalu banyak berkhayal Sukab, pakai otak dong sedikit, hanya dengan begitu kamu akan selamat dari perasaan cintamu yang tolol itu.

Akhir kata: indah, dan juga tidak ribet bacanya, tidak bikin pusing seperti buku2 sastra banget. :)