Kota Semarang bulan ini akan menggelar event yang namanya Semarang Pesona Asia (SPA). SPA ini event lho, bukan slogan seperti Jogja Never Ending Asia, atau Solo The Spirit of Java. Event ini diselenggarakan sebagai trigger (pemicu?) kemajuan Semarang di masa mendatang, menggali potensi kota.

Tentu saja, banyak PRO dan KONTRA. Kalo yang pro sih jelas, mereka pasti akan melihat sisi2 positifnya, dan merasa sisi positifnya lebih besar dari negatifnya. Tentu sebaliknya buat yang kontra.

Aku sendiri?? Kalo soal semangatnya dan tujuannya jelas setuju, tentu pengen Semarang bukan kota kelas 2 lagi. CATET: ini terlepas dari isu2 korupsi dan ‘udang di balik batu’ para pejabat itu lho ya, ini murni dr suara hati warga yg ingin kotanya lebih baek.. *cieeehh*. Tapi soal pelaksanaannya di lapangan, apalagi kebijakan2 yang terkesan mendadak, ya gregetan juga :roll:

Masalahnya sekarang bukan hanya pro2-an dan kontra2-an lah, apalagi programnya udah fix, pasti dilaksanakan, mau gimana…yg penting dukung yang baek2nya aja :)

Pertama sisi positifnya dulu. Jika acara tersebut sukses, diharapkan para investor dapat tertarik untuk ikut menanamkan modalnya di Semarang; para pelancong dapat menjadikan Semarang sebagai salah satu tempat tujuan wisatanya. Dengan banyaknya orang luar yang berkunjung ke Semarang, tentu membantu mengangkat perekonomian warga Semarang. Seperti: sopir taksi tidak akan sepi penumpang, para pedagang (kuliner) akan mempunyai lebih banyak pembeli, bahkan dapat menciptakan lapangan kerja baru jika investor sudah menanamkan modal usahanya di Semarang.

Sisi negatifnya? Read more »