Laki-laki dan Botol Coca-cola
Thu, August 16, 2007 | On: General
Istri A: “Eh, kemaren gue ketemu laki loe, kok sama cewek sih?”
Istri B: “Memang kenapa kalo sama cewek?”
Istri A: “Ehm, kayaknya kok mesra gitu. Gue pikir loe lagi ada masalah sama dia. Emang loe gak cemburu?”
Istri B: “Emang dia dasarnya gitu kok, gampang deket sama cewek.”
Istri A: “Gak marah loe? Loe kan istrinya, harusnya suami loe sadar donk kalo udah beristri, harus bisa bawa diri ke teman cewek.”
Istri B: “Laki-laki itu seperti botol coca-cola*, siapapun bisa meminum isinya, tapi tetep bakalan balik ke pabriknya. Memang sih, bisa jadi pecah di jalan, atau bisa jadi si peminum lupa/sengaja tidak mengembalikannya. Itu resiko…”
HAH, analogi yang aneh
Mungkin kalo si istri B ngomong gitu di depan laki2, bakalan langsung debat.
Atau langsung pada bilang “Tidak semua laki-laki…” *lho kok malah nyanyi dangdut?!*
Itu cerita dari temanku tentang seorang istri yang suaminya masih suka lirik sana-sini. Dan karena suaminya ndableg, si istri juga gak mo ambil pusing selama gak ganggu keluarga (anak2).
Pasrah….atau…si istri lirik2 juga…atau…??
Ibu2 yg aneh…
*=saya bukan sales coca-cola, jadi bisa Anda ganti dengan Fanta, Freshtea, atau botol minuman lain yang dari kaca ![]()
Intinya: selamat, karena aku terpilih sebagai salah satu pribadi berprestasi, dan akan dilakukan wawancara untuk nanti diterbitkan jadi buku bersama org2 berprestasi laen (utamanya dlm bidang usaha). Didukung kementrian ini-itu. Judulnya “Buku Mahakarya: Indonesia Kini dan Masa Depan”.
Google Checkout (http://checkout.google.com) merupakan salah satu fitur dari Google. Gunanya? Bisa buat bayar2 ke luar negeri, bayar transaksi eCommerce. Tentu secara lebih aman (seharusnya), dibandingkan jika harus langsung memasukkan nomor kartu kredit kita.
Beberapa temanku yang mengaku pecinta liga inggris yang sebagian besar (sepertinya) berjenis kelamin pria 


