Sebelum melanjutkan cerita “From Surabaya part 3″, ada baiknya posting hal lain selain jalan2, biar kalian yg pada gak bisa jalan2 gak ngiri :P

Tanggal 6-7 Juni 2007 lalu, aku dkk (munif, ahmed, mas cordiaz) -tepatnya Loenpia.net- dapet undangan dari Mas Feha Depkominfo untuk menghadiri seminar “Cyber Crime dan Cyber Porn dalam Perspektif Hukum Teknologi dan Hukum Pidana” yang diadakan oleh BPHN DepKumHAM RI, di Hotel Graha Santika (skrg namanya Santika Premiere) Semarang. Seminar ini diadain dalam rangka sosialiasi RUU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Gbr: Me and Friends at SeminarSeminarnya sendiri ternyata cukup besar (di luar dugaanku), pesertanya bapak2-ibu2 (pejabat, dosen, polri) dari berbagai kota (Jkt, Sby, dll) dan juga speakernya tokoh2 ternama, seperti Pak Andi Mattalatta (Mentri Hukum dan HAM) [ini fotonya], Pak Cahyana (Dirjen Aplikasi telematika depkominfo), Pak Setiadi (Polri), Prof Barda Nawawi, Dr Sony Zulhuda (dr Multimedia University Malaysia), dll… dan juga ada ‘tokoh’ yang tak asing bagi para blogger, Roy Suryo :lol:

Kalo mo postingan resminya, bisa liat nanti di blog loenpia. Sekarang postingan subjektif aja di sini :P

Seminarnya sih lebih banyak mengarah ke masalah hukum, jadi aku agak2 gak nyambung kalo udah nyinggung berbagai UU. :roll: Di hari pertama ngantuk deh, mgkn karena lama nunggu (telat mulai) dan materinya banyaakk. Tapi untung di hari kedua semua bahasannya cukup menarik dan bisa nyambung. :D

Btw, soal ‘tokoh kita’ itu, sebenernya sebelumnya aku enggak anti sama dia, tapi setelah ikutan seminar yg dia jadi pembicaranya, jadi tau mengapa banyak orang jadi ilfil sama dia. Aku sendiri juga agak gregetan di acara itu :mad:

Kita2 ini harus ’sabar’ kalo ikutan seminar yg kebetulan ada dia :lol: Terlalu banyak pamer gadgetnya, penting gitu? Memblow-up masalah2 yg menyangkut dirinya, kayak kasus Herman Saksono dulu, kasus sama Chusnul Mariyah, dll. Ngomongin masalah2 yang katanya spanyol (sparo nyolong) sambil nyindir soal wajan bolic (you know, kan?!). Trus, ngomongin soal friendster yang lagi2 menurut fakta dia 68% palsu. Fakta dari Hongkooong???! :roll: Dan masih banyak lagi, yg ntinya sih cuma cerita kasus2 aja, yg bikin para peserta yg masih awam itu jd berdecak kagum terhadap dirinya. :roll: Sampai pada mengerubutinya di akhir sesi [di sini fotonya].

Jadi dia mo ngasi pengetahuan, apa mo promosi diri seehh?! Lha terus mana hubungannya sama topiknya dia (penanggulangan melalui ICT Security)? Gak mutu… :mad: Yah ada sih pengetahuan yang didapat dari ceritanya, tapi mungkin cerita gak mutunya itu 68% *halah..* :lol: Sampai-sampai, di rangkuman yang dicatat oleh sekretaris sidang (notulis), bagian dia itu dikiiitt banget penjelasannya. Mungkin notulisnya jg bingung, tuh orang ngomong apaaa gt :lol: Yang pengen donlot summary (notulen) seminarnya, ada link di akhir postingan ini.

Tapi ya untunglah kekecewaan di seminar hari I itu terhapus setelah hari kedua para pembicaranya cukup bagus. :) Pak Setiadi (Polri) bahas soal kesiapan Polri dalam mencegah dan menanggulangi cyber crime. Beliau cerita soal pengungkapan kasus terorisme yg dilakukan secara digital, trus jelasin soal unit V infotek(cyber crime)-nya Polri yg membantu penyidikan teknis, dan foto-foto serta bagan2. Trus Dr Sony Zulhuda yang bahas penanganan cyber crime di beberapa negara, terutama Malaysia.

Oh iya, kan katanya ini seminar buat sosialisasi RUU ITE, tapi kok kami gak dikasi liat draft RUU itu?! Katanya suruh cari sendiri di web postel, tapi gak nemu.. Akhirnya nemu di web Depkominfo. Dan itu baru dapet bbrp hari setelah acara selesai :roll: Jadi kalo menurutku ini tidak bisa disebut seminar untuk sosialisasi RUU itu, tapi seminar untuk ngasi pengetahuan peserta tentang masalah cyber crime dan cyber porn, serta contoh2 penanganan yg sudah ada aja… :)

Ok deh, ini kalo mo baca notulennya: download. Ini kalo mo baca Draft RUU ITE: download.