Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja - CahAndong Apa yang terjadi setahun yang lalu 27 Mei 2006? Temen2, gak harus bikin postingan yang sendu2, kan? :)

27 Mei tahun lalu, aku masih di Jakarta jadi anak kost yang habis resign dari kerjaannya, jadi nganggur lagi deh. Dan seperti biasa, anak kost yang pengangguran itu biasanya bangunnya siang, atau malah tidurnya subuh :lol: *ehem.. sepertinya bakalan bnyk yg tersindir :p*

Bangun agak siang, nyalain komputer dan online (di kostku ada koneksi unlimited 24jam *gak penting*). Dan ternyata setelah browsing2 di situs2 berita, baru tau kalo ada gempa Jogja yang sedemikian dahsyat. Kaget. Bingung. Sodara2 dan nenekku yang sudah sangat tua kan tinggal di Sleman (Jogja coret?).

Keadaan di sekitarku saat itu juga jadi ’sibuk’. UKM² di kampus sibuk ngumpulin bantuan. Di televisi juga gitu. Aku? Sebagai orang yang baru resign, tentu saja tabunganku sekarat, sehingga aku hanya bisa menyumbang duit ala kadarnya dan beberapa baju pantas pakai. Sedih, karena aku gak bisa banyak bantu. Mau bantu ke jogja, gak punya ongkos.. :cry: duh susah banged yak jadi orang gak punya duit :lol: Selebihnya cuma bisa mendoakan…

Beberapa bulan setelahnya, aku mencoba berkeliling Jogja. Beberapa bangunan masih dalam keadaan roboh dan rusak berat. Bahkan hingga saat ini, kata beberapa teman yang tinggal di Jogja, di daerah2 yang terpencil juga masih banyak bangunan yang belum diperbaiki. Apalagi daerah-daerah yang sudah agak di luar Jogja, seperti Klaten dan sekitarnya, yang sebenernya mengalami kerusakan parah juga. Daerah2 itu masih banyak yang belum tersentuh, karena yang diekspos media selama ini selalu saja Jogja, dan orang luar taunya Jogja hanya di situ2 aja.

Mungkin kalo media juga membantu mengekspos wilayah2 pinggiran atau pedalaman, aku rasa bantuan dari pihak personal dan swasta akan merata juga. Lho, personal dan swasta? Pemerintahnya mana? Yaahh gitu deh. Aku bukannya berpandangan negatif bahwa pemerintah gak mau membantu rakyatnya sendiri yang terkena bencana, apalagi JANJInya kan bakalan ngebantu. Tapi tahu sendiri lah, BIROKRASI di negeri ini seperti apa, berapa lama ngurus pencairan dananya. Untuk hal-hal yang bakalan menguntungkan negara, seperti buka usaha aja ribet :evil: , apalagi untuk hal-hal yang bakalan menguras uang negara yah :roll:

Menyinggung soal birokrasux, aku jadi blank mau menulis apa selanjutnya :roll:

Oke deh, yang penting kalo kita merasa peduli, seharusnya tau (atau cari tau) apa yang harus dilakukan untuk ngebantu sodara2 kita korban bencana 27 Mei 2006 lalu itu (dan yang lainnya). Gak melulu uang. Doa, itu wajib dan gak bisa ditawar lagi. Selain itu, sebagai blogger -terutama bagi yang tau kondisi lapangan sebenarnya hingga saat ini- kita bisa membantu menyebarkan informasi tentang tempat2 yang belum terjangkau bantuan. Atau bila mengetahui ada penyimpangan dana bantuan (kurang dari yang seharusnya diterima, misalnya), tentu kita harus menyuarakannya di blog.

Tentu saja masih ada cara lain yang bisa dilakukan. Yang jelas, diam (tanpa bertindak) dalam hal ini sama sekali bukan emas. :)