Silence is Not Gold Anymore?

Posted on 20. May, 2007 by Fany in Books, Movies, Music

Ehem… karena basa inggrisku jelek, jadi judulnya aja yg sok english :P

Ketika Diam Bukan Emas, Berbicara dan Menulis sebagai Terapi. Itu judul buku yang ditulis oleh James W. Pennebaker. Buku itu hadiah ultah 4 tahun lalu dari teman baikku. Isinya ya tentang berbicara+menulis. Manfaat, apa yang bisa kita dapatkan, dll.

Sebenarnya aku tidak terlalu suka baca buku2 nonfiksi karya penulis asing yang diterjemahkan, karena biasanya bahasanya malah kurang enak. Tapi kalau harus baca bahasa inggrisnya kadang jg susah ngerti, musti tanya sana-sini :lol:

Termasuk buku ini sih (setidaknya menurutku) masih kurang mengalir, walaupun isinya lumayan bagus. Kalo yang fiksi sih masih suka aja, kayak Sherlock Holmes (aku suka banget!) dan novel2 barat :)

Back to topic! Dalam buku ini terdapat banyak contoh kasus dan artikel penelitian yang terkait dengan berbicara/menulis sebagai salah satu solusinya. Tapi menurutku terlalu ‘barat’. Ya iya lah, namanya juga buku terjemahan yak :lol: Kasusnya macem2, ada yang berhubungan sama kesehatan, psikologi, trauma, percintaan, hingga seks. :cool:

Buku ini membahas tentang berbicara dan menulis. Berbicara dengan melepaskan perasaan yang terpendam (katarsis) akan melepaskan ketegangan psikis. Tentu begitu juga dengan menulis. Jadi hubungannya sama blogging, menurutku kalo ada yang blognya isinya katarsis semua, gak usah merasa rendah diri dan pengen bikin blog sok bermutu tinggi, dengan membahas topik2 yang berat. Kalau memang ingin digunakan untuk mencurahkan perasaan atau jurnal harian saja, ya udah jalani aja seperti itu dulu. Kalaupun nantinya berubah jadi membahas hal2 lain yang lebih berat, jangan sampai itu karena ikut-ikutan pengen dibilang ‘tulisan blognya bagus’. ;)

Kalau kita mengalami kesulitan menyampaikan/mengeluarkan sesuatu yg terpendam (perasaan, pendapat, ide, dsb) melalui bahasa lisan (berbicara), kita bisa menyampaikannya melalui tulisan (menulis). Kita bisa mencurahkan segala yang ada di pikiran dengan menulis, entah di buku harian, di blog, atau di komputer. Lalu, gimana untuk yang tidak suka menulis? Tentu saja bicaralah! Salah satu solusinya adalah dengan tape recorder :D (MP3 player mungil2 jaman sekarang pun bisa buat rekam kan). Tulisan atau suara itu untuk disimpan sendiri maupun dipublikasikan ke orang lain, itu hak kita. Yang penting ‘keluarkan’.

Ada juga pembahasan mengenai ‘Menulis sebagai pemicu pembelajaran dan kreativitas’. Tapi ada juga yang sisi negatif dari kegiatan menulis. Kadang menulis itu jadi semacam kegiatan ‘menghindar’ dari masalah yang harusnya bisa diselesaikan bukan hanya dengan menulis. Di buku istilahnya kontraproduktif, yaitu bahwa jika bisa mengubah/memperbaiki keadaan secara nyata (langsung), akan lebih baik bagi kita untuk mengubahnya dibandingkan hanya menuliskan keadaannya saja. Hehe.. jadi inget kebiasaan bbrp temen blogger (tentu termasuk aku), suka nggrundel di blog, bilang harusnya kan bisa gini-gitu, tapi ditulis doank gak dijalanin :lol:

Silence is not gold anymore. Jadi, menurutku ungkapan itu bukan hanya silence=diam mulut saja. Tapi juga tindakan. Jangan berdiam diri jika kita bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat, meskipun itu bagi diri kita sendiri (asal gak merugikan org laen). :smile:

34 Responses to “Silence is Not Gold Anymore?”

  1. H4rs 21 May 2007 at 1:42 am #

    pertamaxxxxx
    mmm…mmm…mmm…
    kekeekekek diam bisa berartijugak gak ngerti fan!!! :lol: :mrgreen:

  2. tooooooooooooooooooooopics 21 May 2007 at 3:31 am #

    aku juga ngga suka NATO (No Action Talk Only).. meskipun saya orang yang pendiam.. :oops:
    Mendingan pepatah copet.. sedikit bicara banyak kerja.. *nyambung ngga??*

  3. zam 21 May 2007 at 8:22 am #

    sepertinya ada yg merasa tersindir..

    *menatap onggokan buku di sudut kamar, salah satuny bercover coklat dengan tulisan WORDPRESS besar*

  4. kai 21 May 2007 at 8:48 am #

    wah kalo silence not gold anymore, trus yang jadi “gold” sekarang apaan?

  5. dendi 21 May 2007 at 8:51 am #

    koreksi.. silence is not GOLDEN anymore..

  6. didut 21 May 2007 at 8:59 am #

    betul sherlock holmes emang bagus *komen gak nyambung :P *

  7. sapi 21 May 2007 at 11:15 am #

    wehehe, pokoke katarsis…yak benar! (mode baca skip2: on) :mrgreen:

  8. rama 21 May 2007 at 12:05 pm #

    Au is gold… *ya iya lah!*
    yap, menulis, curhat, mencaci maki, komen sinting, pokoke lepasin semuanya. jadi jujur akan sangat melegakan…. :mrgreen:

  9. Cordiaz 21 May 2007 at 4:11 pm #

    Maju terus penulis2 Indonesia… :razz: masih ada hubungannya khan?

  10. diditjogja 21 May 2007 at 5:11 pm #

    keren ya ulasannya,…
    :)

    fany emang beda kalo nulis ama ngomong (emang pernah ngomong :P ) lebih jago kalo nulis,

    eitss…tapi jangan sampai kebablasan berdiam diri dengan menulis lho fan?! just like u said…

  11. aroengbinang 21 May 2007 at 8:50 pm #

    karena terlalu banyak diem ada presiden yg harus turun tahta :D .

    diem dan bicara sama2 emas, ketika dipakai pada saat dan orang yang tepat. salam.

  12. imcw 21 May 2007 at 9:30 pm #

    lagi pengin diam…

  13. Herdy 22 May 2007 at 1:12 am #

    Salam kenal mba…

  14. venus 22 May 2007 at 8:35 am #

    God, i LOVE blogging!!! hehehe…

  15. fahmi! 22 May 2007 at 9:14 am #

    hehehhh… mbaca posting ini aku kok jadi inget tukul ya? “silence plisss…” hahaha :mrgreen:

  16. unai 22 May 2007 at 10:06 am #

    lebih gampang ngomong ketimbang nulis..tapi kenapa kita gak belajar..nlis seenak ngomong jah?..

  17. Syaiful 22 May 2007 at 1:30 pm #

    bukan berarti diam itu selalu emas…

  18. gita 22 May 2007 at 2:14 pm #

    that’s why aku ngeblog :D

  19. cyn 22 May 2007 at 2:51 pm #

    4 taun yg lalu baru dibaca sekarang fan?
    gw banget huhuhuhuhu…. :oops:

  20. Rony 22 May 2007 at 6:37 pm #

    meminjam kata-kata Om Pramoedya
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

    rasanya benar adanya….

  21. kenz 22 May 2007 at 8:49 pm #

    blog itu katarsisâ„¢

  22. Indah 22 May 2007 at 9:13 pm #

    Kalau kita mengalami kesulitan menyampaikan/mengeluarkan sesuatu yg terpendam (perasaan, pendapat, ide, dsb) melalui bahasa lisan (berbicara), kita bisa menyampaikannya melalui tulisan (menulis). Kita bisa mencurahkan segala yang ada di pikiran dengan menulis, entah di buku harian, di blog, atau di komputer.

    Huehehe.. gua bangets tuhh :P Tapi, Fan, gua rada ngga setuju mengenai paragraf terakhir.. eh, salah dink.. paragraf kedua dr terakhir, hehe..

    Yg bagian ini nihh..

    Tapi ada juga yang sisi negatif dari kegiatan menulis. Kadang menulis itu jadi semacam kegiatan ‘menghindar’ dari masalah yang harusnya bisa diselesaikan bukan hanya dengan menulis.

    Lhaa? Apa bedanya ma yg cuman ngomong ajee tanpa action?! Huehehe.. :D

  23. fR3dDy 23 May 2007 at 8:21 am #

    Gimana pun ,Sumber ilmu itu datangnya dari menulis… :shock: :shock: :shock:
    (masih nyambung ga??)

  24. kw 23 May 2007 at 10:56 am #

    emang sih. ngomong kan gampang baget. menuliskanya juga agak mudah. nah action nya yang perlu energi dan kemauan lebih besar.
    :)

  25. Lirihl 23 May 2007 at 2:10 pm #

    Betul diam bukan berarti emas… kadang kita perlu mengekspresikan keinginan2 kita, jangan diam ajah ah…

  26. sesy 23 May 2007 at 2:33 pm #

    that’s why i love blogging. he he he

  27. cien2 23 May 2007 at 2:40 pm #

    diam itu ga selamanya emas, tapi ada saatnya diam itu emas..
    jadi tergantung keadaan/situasi..
    Keep blogging! :cool:

  28. thuns 24 May 2007 at 6:16 am #

    lha kalo diam itu emas…
    toko emas pada bangkrut dong kalo musuh org bisu : :oops:

  29. co-that 24 May 2007 at 9:07 am #

    emang kalau diam itu emas.. kira2 karatnya ngukurnya gimana yaa?? bwahhahahah

    *teler*

  30. pitik berkokok 24 May 2007 at 12:19 pm #

    “Silence is not gold anymore…”
    lho mbiyen pirang karat to mbak?ilang kena elektrolisis yo? :mrgreen:

  31. Agam 24 May 2007 at 5:11 pm #

    Kalau memang ingin digunakan untuk mencurahkan perasaan atau jurnal harian saja, ya udah jalani aja seperti itu dulu.

    Ada sedikit masalah kalo kita menjalankan prinsip yang satu ini. Karena, kalo kita menjalankan blog yang isinya cuma buku harian, kalo bagus sih gak masalah, bisa dijual dan banyak yang membaca seperti Buku Harian Aya Kito (1 litre of tears). Tapi kalo tulisannya cuma sekedar buku harian biasa, siapa yang mau berkunjung kalo kita bukanlah seseorang yang terkenal. Kecuali dia aktif blogwalking.
    Untuk memperoleh tulisan berbobot bukan dengan cara “copy paste” lhoo.
    ini cuma opiniku. Kalo misalnya ada yg merasa tersinggung, maap ya.

  32. Belati 25 May 2007 at 8:49 am #

    Klo gw rasa gw setuju dg statement mba fanny.. “talk the talk-walk the walk” :grin:

  33. bluedee 29 May 2007 at 4:05 pm #

    silence is cool :mrgreen:

  34. aria surya utama 12 September 2009 at 6:33 pm #

    mbak apakah buku nya ketika diam bukan emas masih ada apabila diperbolehkan apakah saya boleh minta copian nya karena sudah cari keliling ga nemu2 mbak.

    terima kasih

    nb: klo ada bisa email ke saya yahh (aquariyax@yahoo.com)

    terima kasih buanyaak yahh

Leave a Reply