Ehem… karena basa inggrisku jelek, jadi judulnya aja yg sok english :P

Ketika Diam Bukan Emas, Berbicara dan Menulis sebagai Terapi. Itu judul buku yang ditulis oleh James W. Pennebaker. Buku itu hadiah ultah 4 tahun lalu dari teman baikku. Isinya ya tentang berbicara+menulis. Manfaat, apa yang bisa kita dapatkan, dll.

Sebenarnya aku tidak terlalu suka baca buku2 nonfiksi karya penulis asing yang diterjemahkan, karena biasanya bahasanya malah kurang enak. Tapi kalau harus baca bahasa inggrisnya kadang jg susah ngerti, musti tanya sana-sini :lol:

Termasuk buku ini sih (setidaknya menurutku) masih kurang mengalir, walaupun isinya lumayan bagus. Kalo yang fiksi sih masih suka aja, kayak Sherlock Holmes (aku suka banget!) dan novel2 barat :)

Back to topic! Dalam buku ini terdapat banyak contoh kasus dan artikel penelitian yang terkait dengan berbicara/menulis sebagai salah satu solusinya. Tapi menurutku terlalu ‘barat’. Ya iya lah, namanya juga buku terjemahan yak :lol: Kasusnya macem2, ada yang berhubungan sama kesehatan, psikologi, trauma, percintaan, hingga seks. :cool:

Buku ini membahas tentang berbicara dan menulis. Berbicara dengan melepaskan perasaan yang terpendam (katarsis) akan melepaskan ketegangan psikis. Tentu begitu juga dengan menulis. Jadi hubungannya sama blogging, menurutku kalo ada yang blognya isinya katarsis semua, gak usah merasa rendah diri dan pengen bikin blog sok bermutu tinggi, dengan membahas topik2 yang berat. Kalau memang ingin digunakan untuk mencurahkan perasaan atau jurnal harian saja, ya udah jalani aja seperti itu dulu. Kalaupun nantinya berubah jadi membahas hal2 lain yang lebih berat, jangan sampai itu karena ikut-ikutan pengen dibilang ‘tulisan blognya bagus’. ;)

Kalau kita mengalami kesulitan menyampaikan/mengeluarkan sesuatu yg terpendam (perasaan, pendapat, ide, dsb) melalui bahasa lisan (berbicara), kita bisa menyampaikannya melalui tulisan (menulis). Kita bisa mencurahkan segala yang ada di pikiran dengan menulis, entah di buku harian, di blog, atau di komputer. Lalu, gimana untuk yang tidak suka menulis? Tentu saja bicaralah! Salah satu solusinya adalah dengan tape recorder :D (MP3 player mungil2 jaman sekarang pun bisa buat rekam kan). Tulisan atau suara itu untuk disimpan sendiri maupun dipublikasikan ke orang lain, itu hak kita. Yang penting ‘keluarkan’.

Ada juga pembahasan mengenai ‘Menulis sebagai pemicu pembelajaran dan kreativitas’. Tapi ada juga yang sisi negatif dari kegiatan menulis. Kadang menulis itu jadi semacam kegiatan ‘menghindar’ dari masalah yang harusnya bisa diselesaikan bukan hanya dengan menulis. Di buku istilahnya kontraproduktif, yaitu bahwa jika bisa mengubah/memperbaiki keadaan secara nyata (langsung), akan lebih baik bagi kita untuk mengubahnya dibandingkan hanya menuliskan keadaannya saja. Hehe.. jadi inget kebiasaan bbrp temen blogger (tentu termasuk aku), suka nggrundel di blog, bilang harusnya kan bisa gini-gitu, tapi ditulis doank gak dijalanin :lol:

Silence is not gold anymore. Jadi, menurutku ungkapan itu bukan hanya silence=diam mulut saja. Tapi juga tindakan. Jangan berdiam diri jika kita bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat, meskipun itu bagi diri kita sendiri (asal gak merugikan org laen). :smile: