Gara2 tempo hari para wakil rakyat sempet disorot isu ‘judi’ itu (entah benar atau tidak), aku jadi ingat buku (novel) yang aku baca beberapa waktu lalu. Buku karya Remy Sylado (RS) yang berjudul “Boulevard de Clichy” (ini buku bahasa Indonesia lho).

Awalnya sih gak nglirik deh, tebelnya aja lebih dari 600 halaman! Tapi membaca sekilas dari buku sample di Gramedia, jadi tertarik deh. Sebelumnya, aku pernah membaca bukunya (novel juga) yang “Mengejar Matahari Melbourne“.Boulevard de Clichy menceritakan perjalanan hidup Nunuk aka Meteore de Java, yang nama aslinya Anugrahati. Penyanyi dan penari telanjang yang ‘manggung’ di Boulevard de Clichy, sebuah nama jalan di Paris, di mana di situ memang ‘panggung pertunjukan hiburan’ yang ngetop di Paris gitu deh. Hmm, rasanya aku akan terlalu panjang kalau menceritakan jalan ceritanya. Jadi aku tidak akan menceritakan jalan ceritanya, nanti jadi spoiler. So, bbrp hal yang…menarik atau apa lah, biar berasa trailer saja :P

Entah aku yg kuper apa gimana, tapi ada bahasa2 SMS yg abegeh banget yg aku baru ngerti (maklum, aku pacarannya kan bukan sama abegeh). Seperti: M$ULkeCrZ (artinya: miss you like crazy), 2*U (artinya: to kiss you, eh yg ini sih udah ngerti *tersipusipu*), +!+!+! dan-!-!-! (’yes yes yes’ dan ‘no no no’). Hihihi… lucu juga yah :P

Seperti prolog di atas, buku ini mengingatkan akan isu yg menerpa wakil2 rakyat kita. Bapak si Budiman (pacar+suami Nunuk) itu adalah ketua dewan. Diceritakanlah tentang kelakuan para wakil rakyat, yang penuh dengan suap sana-sini. Asal bapak senang. Asal ada uang beres. Yah, something like that lah. Dan ada bagian cerita bahwa para wakil rakyat ini lagi kunjungan ke luar (ke Paris itu), dan bukan buat studi banding tapi jalan2. *jadi inget berita2 yg lalu kan? :p* Kalo isu kmrn soal judi, di buku ini para wakil rakyat itu malah nonton striptis, yg juga si Nunuk lagi tampil.

Khas RS, selalu ada cerita sejarah diselip-selipin. Ada cerita soal tokohnya yang korban Orde Baru. Orang2 Indonesia yg akhirnya menetap di Paris, gara2 peristiwa G30SPKI. Ada selipan sejarah dunia. Dan banyak lagi.

Apakah buku ini bagus? Bagus atau tidak kan relatif. Seperti yg pernah aku bilang dulu, aku hanya penikmat. Dan aku menikmati membaca buku ini. Settingnya kuat, aku suka! Walaupun ada beberapa bagian yg aku gak suka, soalnya kayak sinetron, banyak kebetulan-kebetulan gitu. Tapi aku yakin tidak semua temanku (atau pembaca blogku) akan menikmatinya. Jadi gak berani rekomen deh, hanya menyampaikan opini :D

Yang aku heran di buku ini, kenapa banyak kata tak baku ya. Eh, kata tak bakunya memang disengaja loh. Ada yg mengambil bahasa2 daerah gitu tapi tanpa di-italic, ada yg harusnya pake tanda - tapi enggak (hmm mgkn aku yg gak ngerti *buka KBBI*), ada yang aku juga belum pernah denger (ini mgkn krn aku kurang ngerti *buka KBBI lagi*). Tapi, ini memang bukan buku dengan label sastra sih, labelnya saja: novel pop. Hmm kalo sudah terkenal berarti bisa bebas nulis gitu yah… Enak yah :) Sebenernya pengen menyebutkan kata2 yg gak baku itu, tapi lupa apa aja, males buka contekan (bukunya) lagi :p

Menunggu Matahari Melbourne. Ini buku karya RS yang pertama aku beli. Di sini juga banyak kritik sosial, dan hal-hal yang kerap terjadi di Indonesia. Tapi ya itu selipan2, inti ceritanya bukan itu. Tentang Joko (Indo) dan Mary Jane (Ausie) yang bertemu dan….’seperti jatuh cinta’. Kenapa pake ’seperti’? Itu istilahku aja sih hehe.. Yang jelas gak asik kalo dijelasin di sini. Aku suka bagian endingnya, bener2 tak terduga dari awal. Dan kalo baca jangan ke ending dulu, habis itu gak ada serunya pasti :D Atau mgkn karena pas baca (thn 2004) aku masih lugu *halah*, jd gak merasa ada hal2 seperti itu hehe..

Buku RS lain yang ingin aku baca: Sam Poo Kong. Mgkn karena tempo hari habis tour ke kuil Sam Poo Kong, jadi penasaran pengen baca ceritanya. Tapi kayaknya nanti2 deh, tebelnya nggak kuaaatt…lebih dr 1000halaman! Salut deh buat RS. Pasti dia suka baca *ya iya lah!!!*. Referensinya itu pasti banyak banget, di tiap buku ada berbagai selipan sejarah, pengetahuan, dll yg banyak (tp tetep nyambung sama cerita). Bagaimana bisa hafal sebanyak itu yah… Atau mgknkan sebelum nulis novel dia harus baca dulu referensi yang segudang? Ah enggak donk. Yah, kemampuan manusia memang berbeda2 euy… :D