Jalan-jalan di Akhir Tahun

December 20, 2006 / by / 61 Comments

— warning: sebuah tulisan ‘gado-gado’ + agak panjang —

Di penghujung tahun lalu aku banyak membaca blogger yang menulis ttg flashback, atau resolusi2 untuk tahun depan. EH, tapi kadang juga diposting di awal tahunnya sih. Jadi, mau posting ttg flashback, Fan? Ah enggak deh.. :P

Ini tentang jalan-jalan. Tidak hanya blogger yang jalan-jalan di akhir tahun, tapi juga spammer! (Oh iya, cmiiw jika penggunaan kata spammer di sini kurang tepat, saya memang gak ngerti apa2). Tiap tengah malem, sudah 1-2 minggu ini sotbox-ku selalu mendapat spam message (untung yg nyangkut cuma 1-2 tiap hari). Jadi belakangan kegiatan sebelum tidur malem adalah nge-delete itu :lol: Dan ternyata di email juga begitu, walau sebagian besar udah nyangkut di bulk, tapi masih ada juga yg nyangkut di inbox :( Pas baru liat jumlah inboxnya berasa penting deh dpt banyak email hihihi… pas diliat, ealah.. ternyata.. :roll:

Di beberapa blog juga sepertinya jumlah spam-nya meningkat. Kalo blog ini sih belum mengalami, mgkn karena gak berprospek! :lol: Yah fenomena meningkatnya jumlah spam di akhir tahun ini mungkin memang ada hubungannya dengan natal dan tahun baru, banyak penawaran2 gitu.

Walaupun blog ini tidak mengalami peningkatan jumlah spam yg berarti, tapi mengalami peningkatan jumlah komentator chicken (pengecut). Ya gak banyak banget sih, hanya beberapa. Hmm aku memilih menggunakan kata chicken dibanding anonimus. Ya memang mereka itu anonimus, tapi sebenarnya anonimus itu tidak semua buruk, ada juga yang malah memberi komentar membangun kok. Mengapa chicken? Karena isi komentarnya menjelek-jelekkan/menyerang, tanpa berani menyebutkan jatidiri, dan emailnya pun gak valid! Siapa yang mau menghargai mereka? *retoris*. Tapi, itu memang salah satu resiko ngeblog, terima saja lah ;) Lagipula, pembaca setia blog kita (kalo ada :p) pasti lebih mengerti.

Eh kok agak nglantur dari judul. Baiklah, biar gak nglantur, aku juga akan jalan2 di akhir tahun. Mengunjungi teman2 dan sodara2 di Jakarta. Sebenernya pengen mengunjungi kota lain, di luar Jawa. Tapi sayangnya nyaliku masih ciut kalo backpack sendirian tanpa ada kenalah huhuhu…

Tiket KA tgl 21 tengah malam sudah siap. Baju-baju yang akan dibawa? Oleh-oleh untuk saudara? Belum siap. Tapi itu gampang. Apa yang susah?

Yang susah itu menyiapkan hati, agar tidak tergoda untuk bertemu ‘seseorang itu’ di sana. Seorang teman bertanya, apa aku berencana untuk bertemu dengan ‘seseorang itu’? Aku jawab, tidak. Dilema. Kalau bertemu, aku senang dan pasti akan muncul harapan baru. Padahal harapan-harapan itu semu! Hanya fatamorgana di tengah kering dan teriknya gurun pasir :cry: Kalau tidak bertemu, ada kerinduan yang mengkronis. Bisa jadi penyakit. Penyakit malarindu tropikangen berkepanjangan *halah!*. Eh, tapi bertemu atau tidak, tetap saja bakalan ada sakit itu. :roll:

Sampai jumpa di postingan berikutnya dari Jakarta, atau kalo gak sempat ya postingan berikutnya tahun depan saja :)


About the Author