Finding Forrester
Tue, April 18, 2006 | On: Buku, Film, & Musik
Tue, April 18, 2006 | On: Buku, Film, & Musik
Ini adalah a must-see film buat para calon penulis! Setidaknya menurut gue
Sebenernya ini film lama, tapi baru kmrn2 gue nonton secara LENGKAP dan kusyuk
Oh iya, maaf kl ada review yg kurang pas, CMIIW. Soalnya subtitle-nya suka gak nongol.. ![]()
Film ini menceritakan tentang seorang anak kulit hitam berusia 16 tahun (Jamal Wallace) yang bersahabat dengan seorang pria misterius. Kemudian diketahui bahwa pria misterius itu adalah si William Forrester (WF) *yg diperankan Sean Connery*, penulis yang telah lama menghilang. Awal pertemuan mereka juga gak disengaja.
Si Jamal dkk ini sering main basket di depan apartment WF. Jamal dkk penasaran dengan pria yang tinggal di salah satu lantai yang sering terlihat sedang mengamati dari jendela apartmentnya. Pada suatu malam, anak2 muda tsb melakukan semacam uji nyali untuk bisa masuk ke apartemen tsb dan mendapatkan sesuatu dari situ. Akhirnya si Jamal yang pergi. Bukannya mendapatkan sesuatu tapi dia malah meninggalkan tasnya karena kaget (ada tikus atau apa gt yak..lupa) buru2 pergi dan ketauan. Singkat cerita, esoknya tasnya lalu dikembalikan oleh si WF, dgn dijatuhkan dr jendela apartemennya.
Sesampai di rumah, pas lagi ngecek semua buku catatannya ternyata udah penuh coretan [tulisan] dari si WF. Macem2 deh coretannya…intinya sih ttg tulisan si Jamal di lembar2 tersebut. Ada komentar ttg alur tulisannya, ttg bagian2 yg jelek, bagus, dll. Oh iya, si jamal ini memang suka nulis2, buku yang berisi tulisan2/pemikiran2nya ada bbrp di tasnya itu. Akhirnya dia penasaran dan mendatangi apartemen si WF. Tapi WF yang ‘keras’ tetep marah2, lalu nyuruh Jamal untuk bikin 5000 kata – alasan kenapa harus menjauhi rumahnya.
Singkat kata, akhirnya dari situlah mereka mulai berhubungan sebagai murid dan guru -gitu kali istilahnya- sekaligus sahabat. Hampir setiap hari Jamal selalu berkunjung. Di apartemen tsb William Forrester banyak memberikan pelajaran ttg menulis buat si Jamal. WF mengambil mesin ketik untuk Jamal juga, lalu mereka duduk berhadapan.
Forrester: “Go ahead”
Jamal: “Go ahead what?”
Forrester: “Write.”
…
Forrester: “Ada masalah?”
Jamal: “Aku hanya sedang berpikir.”
Forrester: “Jangan berpikir! Itu nanti saja.”
…
“Pertama tulis konsepmu dengan hatimu, lalu tulis kembali dengan kepalamu. Hal pertama dalam menulis adalah: MENULIS, BUKAN berpikir!“
*Yah seperti yang pernah dikatakan Kak Agung di kelas dulu
Jadi, gak usah ngedit2 dulu kalo lagi nulis, mengalir aja…edit belakangan, entah itu pindah2in paragraf, edit kalimat, bikin metafor, dll dsb… Intinya sih begitu.*
Banyak hal yang bisa diambil dari film ini, bukan cuma soal pelajaran menulis, tapi juga soal persahabatan, kisah kasih, perbedaan, juga dendam. Di sini digambarkan bahwa persahabatan gak mengenal usia. Meskipun perbedaan usianya udah terpaut jauuh sekali, tapi Jamal dan Forrester bisa bersahabat. Bisa saling menceritakan kisahnya. Hmm mgkn karena mereka memiliki persamaan suka menulis.
Ada juga soal kisah kasih. Hmm film mana coba yg gak ada kisah cintanya
Jadi disini juga diceritakan kedekatan Jamal dgn Claire, di sekolah barunya. Claire sendiri berkulit putih, beda dengan Jamal. Oh iya, Jamal bisa bersekolah di sekolah barunya itu karena mendapat beasiswa. Jamal ini selain jago nulis, juga jago basket. Gara2 prestasi nulis dan basketnya ini maka dapat beasiswa. Jadi, apapun bidang kita, kita bisa nulis dan bisa jd penuls. Trus, di sekolah barunya ini dia dapet guru yang sok pinter, dan ternyata punya dendam sama Forrester. Jadi yah ada masalah2 gitu deh. Apalagi pas si guru coba nantangin dengan menyebutkan kata2 awal suatu tulisan yang ternyata si jamal tau semua penulisnya. Akhirnya si Jamal disuruh keluar dr kelasnya.
Disini emang gak diceritakan kalo Jamal suka baca, tapi bisa disimpulkan begitu. Ada yg bilang ‘what you write is what you read’ (eh kebalik gak ya? cmiiw). Jadi seseorang yang bisa menulis bagus, bermutu, penuh wawasan itu pastinya juga banyak membaca, belajar dr bacaan2 seperti itulah dia bisa menulis bagus. *cmiiw*
Di akhir cerita, ada speech dr William Forrester di sekolahnya Jamal yang membacakan tulisan Jamal. Menyentuh… ![]()
Judulnya “Losing Family”. Kehilangan keluarga memaksa kita mencari keluarga kita tsb…bla bla bla… Yang intinya ttg anugerah persahabatan.
Well…tontonan yang bagus
Lumayan memotivasi juga di saat2 stuck.
Btw, jadi tau ttgl asal usul BMW (mobil mewah). Jd awalnya BMW adalah pembuat mesin pesawat terbang, di Jerman. Then mesin itu bisa untuk membom inggris dan menang perang. Dari situ lambangnya berasal, yaitu baling2 putih yang membelah langit biru. Setelah perang mereka tidak diijinkan bikin mesin pesawat, lalu mulai deh bikin mesin mobil.
Hmm… Sekian dulu review yg ditambah opini gue
January 11th, 2007 at 10:05 am
iya euy..
gw juga baru nonton kemaren tuh film..
gara2 lagi baca the zahir nya Paulo coelho..
kan tentang penulis juga tuh..
trus keingetan 5CM..
khan ada quotes yang Om William katakan di film ituh….
wahh inspiring banget euy…
keep on (free)writing ya neng…
hwehehe
=P
January 23rd, 2007 at 1:47 pm
oooo iki to pelm sing diomong-omongke monik kae…
mmmmm…yayayayya,,,
January 26th, 2007 at 4:48 pm
Waduh nyari nih film dimana yak??? Jadi pengen liat, siapa tau bisa menambah semangat untuk lebih rajin nulis.
Thx banget buat review filmnya. Lebih baik gitu, daripada sekedar ngebahas film baru tapi minim nilai. Ngga da yang jadul untuk sesuatu yang bisa menginspirasi.
November 1st, 2007 at 3:19 am
mbak faniez, tulisan di atas saya tayangin di blog flpyogya.multiply.com ya… makasih sebelumnya.
November 1st, 2007 at 3:24 am
btw saya edit ya…
November 13th, 2007 at 12:41 am
Mbak Faniez, gimana sih caranya biar URL yg diketik bisa jadi link? Sy blm tau caranya. Terima kasih sebelumnya..
November 21st, 2007 at 10:44 pm
Oh ya, saya ada link yang memuat adegan-adegan dalam film Finding Forrester, moga bermanfaat.
sean-connery.narod.ru
June 24th, 2008 at 7:29 pm
Yap betul sekali, menulis bukan berpikir…
…
Finding Forrester… jadi pengen nonton!
September 18th, 2008 at 3:02 am
Selamat memulai lagi, moga dapat mood terus…