keluarga-tanpa-ART
31 Jul

Setahun Tanpa ART Maupun Nanny

By / on Family

Suami-istri sama-sama kerja kantoran, masih punya balita yang lagi aktif-aktifnya, bagaimana bisa? Dan lagi, tinggal jauh dari orang tua maupun saudara.
Awalnya tidak terbayang, bagaimana repotnya setiap hari harus kerja, ngurus rumah, ngurus anak, tanpa bantuan ART (Asisten Rumah Tangga) atau Nanny? Bisa gak ya??

Saya besar di rumah yang kadang-ada-kadang-gak-ada ART. Jadi ada ART ya syukur, gak ada ya gak masalah. Suami saya besar di keluarga yang tanpa ART, semua terbiasa mengerjakan pekerjaannya sendiri. Jadi sebenarnya, tidak ada ART pun bukan masalah, KALAU tidak ada anak di rumah.

Setelah menikah lalu punya rumah, kami juga tidak punya ART hingga saya hamil 5 bulan. Lalu punya ART yang bisa handle rumah maupun anak, sebenarnya menyenangkan, awalnya. Hingga menjelang setahun, mulai deh drama-drama muncul. Tidak perlu cerita ya, pasti semua rumah tangga pernah mengalaminya, mulai dari yang remeh-temeh hingga yang udah kelewatan. Tapi kami bertahan hingga 2.5 tahun, hingga lebaran tahun lalu.

Dan sekarang, setelah setahun terlewati tanpa bantuan ART, ternyata: we still survive! 😆

Gimana caranya? (more…)

READ MORE
Bermain di Taman
24 May

Bermain di Taman

By / on Family

Makin lama, makin malas pergi ke mall saat akhir pekan. Terlalu ramai, susah parkir, tidak bisa santai-santai. Biasanya kalau tidak ada kerjaan atau acara lain saat akhir pekan, kami biasa: nongkrong/mencoba coffee shop baru di seputaran Bintaro-BSD, berenang atau bermain air, atau bermain di taman -yang terakhir ini yang paling irit. 😛

Untung saja di sekitar tempat tinggal kami di area Bintaro-BSD masih banyak taman yang layak buat main-main. 🙂

Taman Dekat Menteng Bintaro
[Bermain Gelembung di Taman dekat Bukit Menteng, Bintaro] (more…)

READ MORE
stasiun jurang mangu
31 Dec

Saya (Masih) Memilih Commuter Line

By / on Life & Thought , Works

“Kamu kan punya mobil, motor, kenapa naik KRL tiap hari?”

Pertanyaan itu ternyata sudah beberapa kali saya dapatkan dari teman-teman saya. Padahal, tidak semua yang memilih naik KRL kan bukan karena tidak punya kendaraan pribadi. 😀

Saya mulai akrab dengan KRL atau commuter line (commline) sejak sekitar setahun lalu. Memang awalnya terpaksa akrab karena saat itu kendaraan pribadi baru saja dijual, sehingga tidak ada pilihan lain yang lebih masuk akal selain naik commuter line untuk transportasi. Kebetulan rumah & kantor masih masuk di area jalur kereta. Tapi setelah setahun berlalu dan kembali punya kendaraan pribadi, saya tetap memilih menggunakan commuter line untuk ke kantor setiap hari.

Mengapa saya tetap memilih menggunakan commuter line?
Rumah saya di sekitaran Bintaro-BSD. Kantor saya di Kuningan (Rasuna Said). Dari segi waktu, dengan naik commline jauh lebih cepat dibanding dengan alat transportasi umum lain. Bandingkan jika saya harus naik mobil pribadi ataupun bus feeder plus nyambung kopaja/metromini, di peak hours bisa makan waktu hingga 2-3 jam. Sedangkan dengan commline bebas macet, waktu tempuh hanya separuhnya (**catatan: kalau jadwal keretanya tepat semua :D). (more…)

READ MORE
taman belakang-001
27 Oct

Hijau di Belakang Rumah

By / on Family , Random

Punya sedikit halaman belakang di rumah itu….
Masih bisa buka pintu belakang lebar-lebar dan menghirup udara segar pagi hari. Masih suka dihampiri burung-burung kecil tiap hari. Bisa bikin barbeque-an bareng teman-teman (yang ini belum pernah sih).

di taman belakang2

Inilah salah satu #BahagiaItuSederhana buat saya, punya rumah dengan halaman belakang yang hijau. Meskipun kecil dan saya bukan orang yang telaten menanam ini-itu, tapi punya halaman belakang yang masih berupa ruang terbuka itu menurut saya membuat rumah lebih nyaman. 🙂

READ MORE
happy 6th anniversary
12 Jun

What Was, Still Is

By / on Life & Thought

Repost from last year anniversary quotes 🙂

Love is not about holding hands while you understand each other,
it’s about having many misunderstandings and not leaving each other’s hands.

Thank you for always being together through thick and thin. Now let’s go far together, dear @tukangkopi. :*

READ MORE
PhotoGrid_1421906174829
22 Jan

Cerita di Hari Perempuan

By / on Events , Life & Thought

Afeksi yang pertama, adalah ke pasangan, bukan ke anak“.  Begitu yang dikatakan oleh Mbak @verauli, seorang psikolog keluarga, di acara Mother’s Day bulan lalu. Begitu dengar itu, banyak yang kaget. Saya excited! Karena selama ini itulah yang saya lakukan, jadi saya ingin dengar penjelasan dari Mbak Vera untuk pembenaran! 😀

Mengapa sama pasangan, bukan ke anak?
Anak gak bisa benar-benar happy, kalau orangtuanya gak happy bareng. Kalau orang tuanya berantem, dingin, atau si bapak gak perhatian sama si ibu dan sebaliknya, si anak pasti ngerti. Tanpa disadari, ‘memory banks’-nya akan berisi ingatan kurang menyenangkan masa kecil itu.

“Each day of our lives we make deposits in the memory banks of our children.”

Banyak cerita seperti itu di sekitar saya. Ada yang mengingat “Bapak selalu menomorsatukan keluarga, bekerja keras! …tapi sering bikin sakit hati ibu. Aku gak mau punya (atau jadi) suami kayak bapak” Atau, “Ibu selalu memperhatikan anak2nya, selalu ngurusin kerjaan rumah, tapi gak ngurusin diri sendiri, dan bapak juga jadi kurang perhatian dan akhirnya bla bla…

Saya tidak ingin hal itu dialami anak saya dan keluarga saya, jadi memang sejak dulu berusaha afeksi pertama saya adalah ke suami. (more…)

READ MORE